TEKNOLOGI INFORMASI

Apa yang dimaksud dengan teknologi informasi (information Technology)? Secara umum pengertian teknologi Informasi adalah suatu studi perancangan, implementasi, pengembangan, dukungan atau manajemen sistem informasi berbasis komputer, khususnya perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software).

Dengan kata lain, teknologi informasi adalah berbagai fasilitas yang terdiri dari hardware dan software untuk mendukung dan meningkatkan kualitas informasi bagi masyarakat dengan cepat dan berkualitas.

Menurut Wikipedia, pengertian teknologi informasi (TI) secara bahasa merupakan istilah dalam bidang teknologi apapun dalam kehidupan manusia yang bermanfaat untuk mengubah, membantu, mengkomunikasikan, menyimpan dan menyebarkan informasi.

Teknologi informasi tidak hanya penting sebagai alat komunikasi (baca: Pengertian Komunikasi) via elektronik saja, melainkan merupakan perangkat penting yang seharusnya dimiliki dalam bisnis sebagai sarana untuk berkoordinasi dan pengarsipan dokumen-dokumen penting.

Pengertian Teknologi Informasi Menurut Para Ahli

Beberapa pakar di bidang ilmu komputer dan teknologi pernah menjelaskan mengenai definisi teknologi informasi, diantaranya adalah:

1. Mc Kewon

Menurut Mc Keown, pengertian Information Technology adalah seluruh bentuk teknologi yang digunakan untuk menciptakan, mengubah, menyimpan dan menggunakan informasi dalam segala bentuknya.

2. Haag dan Keen

Menurut Haag dan Keen, pengertian teknologi informasi adalah seperangkat alat yang membantu pekerjaan dengan informasi serta melakukan tugas-tugas yang berhubungan dengan pemrosesan informasi.

3. Martin

Menurut Martin, TI tidak hanya terbatas pada Hardware dan Software yang digunakan untuk memproses dan menyimpan informasi, tapi juga mencakup teknologi komunikasi yang mengirimkan sebuah informasi.

4. Lucas

Menurut Lucas, pengertian teknologi Informasi adalah segala bentuk teknologi yang diterapkan untuk memproses dan mengirimkan informasi dalam bentuk elektronis.

5. Williams dan Sawyer

Menurut Williams dan Sawyer, pengertian teknologi informasi adalah teknologi yang menggabungkan Komputer dengan jalur komunikasi berkecepatan tinggi yang dapat membawa data, suara, dan video.

6. Information Technology Association of America (ITAA)

Menurut ITAA, definisi teknologi informasi adalah proses pengolahan, penyimpanan dan penyebaran informasi bergambar, vocal, teks dan numerik melalui mikro elektronika berbasis kombinasi telekomunikasi dan komputasi.

Fungsi Teknologi Informasi

Secara umum ada enam fungsi TI bagi manusia, diantaranya adalah:

1. Menangkap (Capture)

TI dapat mengkompilasi catatan-catatan secara detail dari berbagai aktivitas. Misalnya menerima input dari keyboard, scanner, mic, dan lainnya.

2. Mengolah (Processing)

TI dapat mengolah/ memproses data masukan yang diterima yang kemudian diubah menjadi informasi baru. Olah data ini bisa dalam bentuk konversi, menganalisis, menghitung, hingga penggabungan berbagai bentuk informasi dan data.

3. Menghasilkan (Generating)

TI akan menghasilkan atau mengorganisir informasi ke dalam bentuk yang berguna. Misalnya grafik, tabel, perhitungan, dan lain sebagainya.

4. Menyimpan (Storage)

TI dapat merekam informasi dan data ke dalam suatu media yang kemudian bisa digunakan untuk keperluan lainnya. Misalnnya data disimpan ke dalam flasdisk, CD, dan hardisk.

5. Mencari Kembali (Retrival)

TI mampu mencari dan menelusuri kembali informasi dan data yang sudah pernah disimpan. Misalnya mencari data klien yang belum melakukan pembayaran.

6. Sebagai Transmisi (Transmission)

TI dapat mengirimkan data dan informas dari satu lokasi ke lokasi lainnya dengan memanfaatkan jaringan komputer. Misalnya mengirim data penjualan ke tim lain di lokasi yang berbeda.

Komponen Teknologi Informasi

Dalam aktivitas teknologi informasi terdapat 5 komponen utama di dalamnya, yaitu:

1. Perangkat Keras (Hardware)

Hardware (baca: Pengertian Hardware) ini adalah perangkat komputer yang digunakan oleh seorang operator atau brainware. Hardware terdiri dari:

  • Processor
  • Memory card
  • Peripheral (input dan output device)
  • Kabel data

2. Perangkat Lunak (Software)

Software adalah media yang menjembatani antara hardware dan brainware (operator). Software ini dapat membantu mengoptimalkan fungsi harware dengan menerjemahkan berbagai instruksi yang diberikan oleh operator.

Software dapat dibagi menjadi dua, yaitu:

A. Software Sistem

Software sistem atau kita kenal dengan operating system (OS). Dengan adanya OS maka hardware bisa menjalankan software aplikasi untuk digunakan oleh user atau operator.

Beberapa OS yang populer diantaranya:

  • Windows
  • Linux
  • Unix

B. Software Aplikasi

Ini merupakan aplikasi pendukung yang berada pada OS untuk memaksimalkan kinerja komputer. Beberapa Software aplikasi yang cukup populer diantaranya:

  • Microsoft Office
  • Photoshop
  • CorelDraw
  • AutoCad

3. Infoware

Ini adalah suatu dokumentasi dari sebuah informasi atau data.

4. Fireware

Ini merupkan media tempat penyimpanan yang permanen. Fungsinya adalah sebagai tempat untuk menyimpan berbagai data yang ada di sebuah komputer.

5. Brainware (user)

Brainware adalah komponen paling penting dari teknologi informasi. Tanpa adanya Brainware maka komputer kita tidak akan bisa beroperasi karena sebenarnya fungsi komputer itu adalah alat penunjang kebutuhan seorang user.

Tujuan Teknologi Informasi

Secara umum, ada tiga tujuan utama dari TI, diantaranya adalah:

  • Untuk membantu manusia dalam memecahkan suatu masalah
  • Mendukung dan membuka kreativitas
  • Meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam menyelesaikan pekerjaan

Peranan Teknologi Informasi dalam Bisnis

Berdasarkan penjelasan di atas, maka secara langsung maupun tidak langsung teknologi informasi berperan penting untuk kelangsungan bisnis atau perusahaan yaitu diantaranya:

1. Mempermudah komunikasi

Email merupakan salah satu bentuk teknologi informasi yang sudah familiar sebagai alat komunikasi. Email dalam bisnis digunakan sebagai sarana komunikasi antar karyawan, supplier dan pelanggan.

Penggunannya yang mudah menjadikan email lebih efisien dan efektif daripada facsimile dalam hal komunikasi. Seiring berjalannya waktu juga muncul istilah “chatting” sebagai alat komunikasi yang lebih cepat daripada email.

2. Manajemen Data

Pada pengertian teknologi informasi sebelumnya telah disinggung salah satu manfaatnya untuk pengarsipan dokumen. Dengan adanya database perusahaan, maka saat ini tidak lagi dibutuhkan kumpulan dokumen-dokumen dalam lemari arsip.

Pada bisnis profesional saat ini semua pengarsipan dokumen dilakukan secara digital melalui perangkat penyimpanan.

3. Sistem informasi manajemen

Teknologi informasi mendukung sistem informasi manajemen perusahaan dimana alat ini berperan untuk melacak data penjualan, biaya dan tingkat produktivitas perusahaan.

Melalui informasi tersebut dapat digunakan untuk melacak profibilitas dari waktu ke waktu, mengidentifikasi bidang yang memerlukan perbaikan, dan memaksimalkan laba atas investasi.

4. Customer Relationship Management (CRM)

Bisnis yang menerapkan teknologi informasi terbaru maka berguna untuk merancang dan mengelola hubungan dengan pelanggan. CRM dapat menangkap setiap interaksi antara perusahaan dengan pelanggan sehingga jika sewaktu-waktu membutuhkan data pelanggan, maka data tersebut sudah ter-record dengan baik.

Selain itu, CRM juga dapat memaksimalkan kepuasan pelanggan dengan adanya pelayanan yang cepat dari perusahaan.

5. Bisnis Dapat Beraktivitas Selama 24 jam Sehari

Dengan adanya teknologi informasi maka bisnis Anda bisa beroperasi selama 24 jam. Dalam hal ini bisnis yang Anda jalankan tidak terbatas ruang dan waktu.

Pemesanan produk bisa dilakukan selama 24 jam dimana hal ini berkaitan dengan kompetisi. Semakin mudah pelayanan yang Anda berikan maka usaha Anda akan semakin mudah dikenal masyarakat secara luas.

6. Munculnya Peluang e-Bussiness

Teknologi informasi yang semakin maju maka semakin meningkatkan peluang untuk mendorong kemajuan bisnis. Dengan adanya e-bussiness atau e-commerce (baca: Pengertian E-Commerce) maka kebutuhan waktu dan biaya menjadi lebih efisien. E-bussiness memungkinkan Anda untuk berbinis secara online melalui internet.

7. Mengurangi Biaya Operasional dan Produksi

Dengan adanya kemajuan di bidang Information Technology maka dapat membantu perusahaan untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal dengan pengeluaran yang sedikit. Sehingga dengan penurunan biaya operasional, maka perusahaan dapat menambah jumlah produksi.

MANAJEMEN PRODUKSI

Apa itu manajemen produksi? Pengertian Manajemen Produksi adalah sebagai penataan proses pengubahan bahan mentah menjadi produk atau jasa yang diinginkan sehingga memiliki nilai jual. Menurut situs UK Esays, produksi ini dikategorikan menjadi beberapa bagian berdasarkan teknik:

  • Produksi yang diambil dari bahan mentah langsung kemudian diekstrak menjadi produk yang diinginkan. Misalnya ekstraksi minyak untuk dibuat menjadi berbagai macam produk.
  • Produk yang didapatkan dengan cara memodifikasi bahan baik secara kimiawi atau parameter mekanis tanpa mengubah atribut fisiknya. Misalnya dilakukan dengan memanaskan bahan baku di suhu yang tinggi.
  • Produksi dengan cara perakitan, misalnya komputer atau mobil.

Pemahaman pengertian manajemen produksi ini kerap dikesampingkan. Padahal dari sini sebuah bisnis bisa melakukan efisiensi karena bagian ini memerlukan dana yang tidak sedikit. Idealnya, bidang produksi harus melakukan beberapa hal seperti:

  • Peningkatan produktivitas
  • Menggunakan simbiosis industri
  • Perlindungan karyawan dari bahaya fisik
  • Penghilangan material yang berbahaya

Hal-hal di atas merupakan bagian yang paling banyak menguras kantong. Belum lagi hukum yang berlaku, peraturan buruh dan juga hambatan lain yang berefek besar pada budgeting produksi. Karena itu, penataan bagian produksi tidak hanya terbatas pada membeli bahan baku murah saja, tapi pembetukan sistem dan pemanfaatan teknologi supaya bisa bertahan dalam keadaan sulit.

Manajemen Produksi Menurut Para Ahli

Manajemen produksi merupakan bagian dari bidang manajemen  (baca: Pengertian Manajemen) yang berperan dalam mengkoordinasikan beberapa kegiatan untuk mencapai tujuan. Beberapa ahli menjelaskan pengertian Manajemen Produksi, diantaranya adalah:

1. Handoko (1999: 3)

Menurut Handoko, pengertian manajemen produksi dan operasional adalah berbagai usaha pengelolaan secara optimal penggunaan semua sumberdaya (faktor-faktor produksi); tenaga kerja, mesin-mesin, peralatan, bahan mentah, dan lain sebagainya, didalam proses transformasi bahan mentah dan tenaga kerja menjadi berbagai produk atau jasa.

2. Sofyan Assauri (2008: 19)

Menurut Sofyan Assauri, pengertian manajemen produksi adalah kegiatan untuk mengatur dan mengkoordinasikan penggunaan berbagai sumber daya; sumber daya manusia, sumber daya alat, sumber daya dana, dan bahan, secara efektif dan efisien untuk menciptakan dan menambah kegunaan sebuah barang atau jasa.

3. Heizer dan Reider (2011:4)

Menurut Heiser dan Reider, Manajemen Produksi adalah rangkaian kegiatan yang menghasilakn nilai dalam bentuk barang dan jasa dengan mengubah input menjadi output.

4. Irham Fahmi (2012:3)

Menurut Irham Fahmi, pengertian manajemen produksi adalah sebuah ilmu manajemen yang membahas secara menyeluruh bagaimana pihak manajemen produksi perusahaan menggunakan ilmu dan seni yang dimiliki dengan mengarahkan dan mengatur orang-orang untuk mencapai hasil produksi yang diinginkan.

Fungsi Manajemen Produksi

Seperti yang kita ketahui pada pengertian manajemen produksi, mereka tidak hanya melakukan proses produksi, tapi juga melakukan berbagai hal lainnya. Menurut Sofian Assauri (2004: 22), ada empat fungsi terpenting pada manajemen produksi, diantaranya:

1. Perencanaan

Ini adalah keterkaitan dan pengorganisasian kegiatan produksi yang akan dilakukan dengan dasar waktu atau periode tertentu. Dengan perencanaan yang baik maka akan meminimalisir biaya produksi sehingga perusahaan bisa menentukan harga yang sehat dan meraih untung yang besar.

2. Proses Pengolahan

Ini adalah metode atau teknik yang digunakan untuk mengolah masukan (input). Proses ini sangat penting untuk pemanfaatan sumber daya secara maksimal dan efisien.

3. Jasa Penunjang

Sarana yang diperlukan untuk penetapan dan metode yang digunakan agar proses pengolahan bisa dilakukan secara efektif dan efisien. Hal ini seringkali diperlukan guna membantu perusahaan bersaing secara sehat dengan meningkatkan produksi dan hasil yang berkualitas.

4. Pengendalian/ Pengawasan

Ini merupakan fungsi untuk menjamin pelaksanaan kegiatan sesuai dengan perencanaan, dengan begitu maksud dan tujuan dalam menggunakan dan pengolahan masukan (input) dapat dilaksanakan.

Proses ini akan membantu perusahaan mencapai visi dan misi, meningkatkan reputasi perusahaan, serta mempermudah pekerjaan departemen lain seperti marketing, finansial atau pun personalia. Mereka memiliki tanggung jawab untuk memproduksi barang yang sesuai standar pasar sehingga penjualan bisa meningkat.

Peran manajemen produksi ini tentu saja sangat besar meskipun pada bisnis skala kecil. Ketika menejemen produksi dilakukan dengan tepat, bukan tidak mungkin biaya produksi mampu ditekan.

Di samping itu, hal ini juga penting untuk melihat apakah sumber daya yang dimiliki benar-benar efektif. Selain itu, kerjasama antara beberpaa bidang juga sangat diperlukan, khususnya bidang operasional yang nanti bersentuhan dengan konsumen secara langsung.

Ruang Lingkup Manajemen Produksi

Dilihat dari cara mengambil kebijakan utama dan keputusan, ada tiga kategori di dalam ruang lingkup manajemen produksi:

1. Keputusan/ Kebijakan Mengenai Desain

Keputusan ini termasuk dalam keputusan jangka panjang, dimana di dalamnya meliputi; penentuan desain produk yang akan dibuat, lokasi dan tata letak pabrik, desain kegiatan pengadaan masukan yang diperlukan, desain metode dan teknologi pengolahan, desain organisasi perusahaan, dan desain job description dan job specification.

2. Kebijakan/ Keputusan Mengenai Transformasi

Keputusan operasi ini sifatnya jangka pendek, berkaitan dengan keputusan taktis dan operasional. Kebijakan ini mencakup jadwal produksi, gilir kerja (Shift), anggaran produksi, jadwal penyerahan masukan ke sub-sistem pengolahan, dan jadwal penyerahan keluaran ke pelanggan atau penyelesaian produk.

3. Keputusan/ Kebijakan Mengenai Perbaikan

Kebijakan ini sifatnya berkesinambungan, maka kebijakan ini dilakukan secara rutin. Beberapa kegiatan yang ada di dalamnya meliputi perbaikan secara kontinu terhadap mutu keluaran, keefektifan dan keefisienan sistem, kapasitas dan kompetensi dari para pekerja, perawatan sarana kerja atau mesin, serta perbaikan terus-menerus atas metode penyelesaian atau pengerjaan produk.

Aspek-Aspek Manajemen Produksi

Untuk mendapatkan hasil produksi yang sesuai harapan, perlu dilakukan beberapa tahapan penting dalam proses produksi. Berikut ini tahapan dan aspek di dalam Manajemen Produksi:

1. Perencanaan Produksi

Tujuan perencanaan produksi adalah agar proses produksi yang dilaksanakan berjalan secara sistematis. Beberapa keputusan yang berhubungan dengan perencanaan produksi diantaranya;

  • Jenis barang
  • Bahan baku yang digunakan
  • Kualitas barang
  • Kuantitas barang
  • Pengendalian produksi

2. Pengendalian Produksi

Pengendalian atau kontrol produksi sangat diperlukan agar proses produksi berjalan sesuai dengan perencanaan yang ditentukan dengan biaya yang optimal. Beberapa kegiatan dalam pengendalian produksi;

  • Membuat perencanaan
  • Menyusun jadwal kerja
  • Menentukan target market produk

3. Pengawasan Produksi

Tujuan pengawasan produksi adalah agar hasil produksi sesuai dengan apa yang diharapkan, tepat waktu, dan dengan biaya yang optimal. Beberapa kegaitan pengawasan produksi adalah:

  • Menetapkan kualitas barang
  • Membuat standar barang
  • Pelaksanaan produksi sesui jadwal

Bagaimana Agar Produksi Berjalan Efektif?

Mengutip dari Valleysierrasbdc.com, setelah kita memahami pengertian manajemen produksi, langkah selanjutnya adalah melakukan planning produksi. Prosesnya meliputi pengaturan, pengendalian, dan optimasi pekerjaan serta beban kerja.

Penjadwalan digunakan untuk mengoperasikan mesin, pendanaan, sumber daya, proses produksi dan pembelian material. Nah, penjadwalan atau scheduling ini terbagi menjadi dua macam:

  1. Forward scheduling
  2. Backward scheduling

Manajemen Produksi vs Manajemen Operasional

Meskipun berbeda, kedua departemen ini saling berkaitan. Cuma kalau dilihat dari pengertian manajemen produksi dan operasional sedikit mirip. Tapi, keduanya jelas berbeda. Sangat berbeda! Seperti yang dijelaskan dalam UK Essays:

  1. Output: Dari segi output, manajemen produksi berhubungan dengan pembuatan produk seperti komputer, mobil dan sebagainya. Nah, kalau manajemen operasional akan berperan sebagai produk dan servisnya.
  2. Usage of Output: Produk diproduksi di waktu tertentu, sementara service dilakukan secara langsung.
  3. Klasifikasi Pengerjaan: Beberapa produk seperti komputer atau mobil, karyawan produksi cenderung lebih sedikit ketimbang servis.
  4. Costumer Contact: Costumer contact tidak terlibat produksi namun lebih banyak di bidang servis.

MOTIVASI KERJA

Menurut Zainun (1989: 62). Motivasi merupakan proses mencoba mempengaruhi seseorang agar melakukan sesuatu yang diinginkan. Pendapat lain tentang motivasi dikemukakan oleh Reksohadiprojo dan Handoko (1989: 256) yang mendefinisikan motivasi sebagai keadaan dalam pribadi seseorang yang mendorong keinginan individu muntuk melakukan kegiatan-kegiatan tertentu guna mencapai suatu tujuan. Dari definisi diatas, maka motivasi dapat didefinisikan sebagai masalah yang sangat penting dalam setiap usaha kelompok orang yang bekerja sama untuk mencapai tujuan organisasi, masalah motivasi dapat dianggap simpel karena pada dasarnya manusia mudah dimotivasi, dengan memberikan apa yang diinginkannya. Masalah motivasi, dianggap kompleks, karena sesuatu dianggap penting bagi orang tertentu.

       Pola Motivasi

Pola motivasi didefinisikan sebagai sikap yang mempengaruhi cara-cara orang memandang pekerjaan dan menjalani kehidupan mereka (Keith dan Newstrom, 1990: 6). Menurut Keith dan Newstrom (Keith dan Newstrom, 1990 : 6) tempat empat macam pola motivasi yang sangat penting:

a.      Motivasi Prestasi (achievement motivation) mendorong dalam diri orang-orang untuk mengatasi segala tantangan dan hambatan dalam upaya mencapai tujuan.

b.      Motivasi Afiliasi (affiliation motivation) merupakan dorongan untuk berhubungan dengan orang-orang atas dasar sosial.

c.      Motivasi Kompetensi (competence motivation) merupakan dorongan untuk mencapai keunggulan kerja, meningkatkan ketrampilan, mencegah maslah dan berusaha keras untuk inovatif. d.     Motivasi Kekuasaan (power motivation) adalah dorongan untuk mempengaruhi orang-orang dan mengubah situasi. Pengetahuan tentang pola motivasi membantu para manajer memahami sikap kerja masing-masing karyawan, mereka dapat mengelola perushaan secara berkala sesuai dengan pola motivasi yang paling menonjol.

    Faktor-faktor Motivasi

Dalam teori pengharapan (Victor Vroom), motivasi kerja seseorang sangat ditentukan tujuan khusus yang akan dicapai orang yang bersangkutan. Harapan yang ingin dicapai karyawan antara lain : a.    Upah atau gaji yang sesuai Upah atau gaji merupakan imbalan yang diberikan kepada seseorang setelah melakukan suatu pekerjaan. Upah umumnya berupa uang atau materi lainnya. Karyawan yang diberi upah atau gaji sesuai kerja yang dilakukan atau sesuai harapan, membuat karyawan bekerja secara baik dan bersungguh-sungguh. Dengan demikian hasil produksi sesuai target yang ditentukan perusahaan.

b.   Keamanan kerja yang terjamin Karyawan dalam bekerja membutuhkan konsentrasi dan ketenangan jiwa dan dapat diwujudkan dalam bentuk keamanan kerja. Jaminan keselamatan kerja dan asuransi apabila terjadi kecelakaan membuat karyawan bekerja dengan sepenuh hati.

c.    Kehormatan dan pengakuan Kehormatan dan pengakuan terhadap karyawan dapat diberikan dengan penghargaan atas jasa dan pengabdian karyawan. Kehormatan dapat berupa bonus atau cinderamata bagi karyawan yang berprestasi. Sedangkan pengakuan dapat diberikan dengan melakukan promosi jabatan. d.    Perlakuan yang adil Adil bukan berarti diberikan dengan jumlah sama bagi seluruh karyawan. Perlakuan adil diwujudkan dengan pemberian gaji, penghargaan, dan promosi jabatan sesuai prestasi karyawan. Bagi karyawan yang berprestasi dipromosikan jabatan yang lebih tinggi, sedangkan karyawan yang kurang berprestasi diberi motivasi untuk lebih berprestasi sehingga suatu saat memperoleh promosi jabatan. Uraian tersebut merupakan salah satu perlakuan adil sesuai prestasi karyawan, sehingga karyawan berlomba berprestasi dengan baik.

e.    Pimpinan yang cakap, jujur, dan berwibawa Pimpinan perusahaan merupakan orang yang menjadi motor penggerak bagi perjalanan roda perusahaan. Pimpinan yang memiliki kemampuan memimpin membuat karyawan segan dan hormat. Pimpinan juga dituntut jujur sehingga pimpinan sebagai contoh yang baik bagi karyawan yang dipimpin.

f.    Suasana kerja yang menarik Hubungan harmonis antara pimpinan dan karyawan atau hubungan vertikal membuat suasana kerja baik. Selain itu hubungan harmonis  diharapkan juga tercipta antar sesama karyawan (hubungan horisontal). Kedua hubungan baik tersebut menciptakan kondisi kerja harmonis antara pimpinan dengan karyawan dan antara sesama karyawan, sehingga suasana kerja tidak membosankan.

g.   Jabatan yang menarik Jabatan merupakan salah satu kedudukan yang diharapkan karyawan. Promosi jabatan yang berjenjang secara baik dengan berpedoman pada prestasi kerja dan masa kerja membuat karyawan menduduki jabatan dengan jenjang teratur. Penjenjangan menciptakan keadaan kondusif bagi perusahaan (Wursanto, 1990:149).

  Teori Motivasi

Setiap manusia mempunyai needs (kebutuhan, dorongan, intrinsic dan extrinsic factor), yang pemunculannya sangat tergantung dari kepentingan individu. Dengan kenyataan ini, kemudian A. Maslow membuat “needs hierarchy theory” untuk menjawab tentang tingkatan kebutuhan manusia tersebut. Kebutuhan manusia diklasifikasi menjadi lima hierarki kebutuhan yaitu:

1.      Kebutuhan Fisiologis ( Physiological Needs ) Perwujudan dari kebutuhan fisiologis adalah kebutuhan pokok manusia yaitu sandang, pangan, papan, dan kesejahteraan individu. Kebutuhan ini dipandang sebagai kebutuhan yang paling mendasar, karena tanpa pemenuhan kebutuhan tersebut, seseorang tidak dapat dikatakan  hidup normal. Meningkatnya kemampuan seseorang cenderung mereka berusaha meningkatkan pemuas kebutuhan dengan pergeseran dari kuantitatif ke kualitatif.

2.      Kebutuhan rasa aman ( Safety Needs ). Kebutuhan keamanan harus dilihat dalam arti luas, tidak hanya diartikan dalam arti keamanan fisik semata, tetapi juga keamanan psikologis dan perlakuan yang adil dalam pekerjaan. Karena pemuas kebutuhan ini terutama dikaitkan dengan kekaryaan seseorang, artinya keamanan  dalam arti fisik termasuk keamanan seseorang didaerah tempat tinggal, dalam perjalanan menuju ke tempat bekerja, dan keamanan di tempat kerja.

3.      Kebutuhan Sosial ( Social needs ) Manusia pada hakekatnya adalah makhluk sosial, tidak dapat memenuhi kebutuhan sendiri dan pasti memerlukan bantuan orang lain, sehingga mereka harus berinteraksi dalam memenuhi kebutuhan tersebut.

4.      Kebutuhan akan harga diri ( Esteem Needs ). Semua orang memerlukan pengakuan atas keberadaan statusnya oleh orang lain. Situasi yang ideal adalah apabila prestise itu timbul akan menjadikan prestasi seseorang. Akan tetapi tidak selalu demikian, karena dalam hal ini semakin tinggi kedudukan seseorang, maka akan semakin banyak hal yang digunakan sebagai simbol statusnya itu.

5.      Aktualisasi diri (Self Actualization ) Hal ini dapat diartikan bahwa dalam diri seseorang terdapat kemampuan yang perlu dikembangkan, sehingga dapat memberikan sumbangsih yang besar terhadap kepentingan organisasi. Ada tiga teori berkenaan dengan motivasi kerja , Teori Pengharapan, Teori Keseimbangan, Teori Penentuan-tujuan sebagaimana dikutip dalam http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2009/12/motivasi-kerja-9/ 1.      Teori Penghargaan

a.       Orang akan termotivasi untuk bekerja dengan baik bila ada peluang untuk mendapatkan insentif.

b.       Besar kecilnya motivasi kerja tergantung pada nilai insentif itu pada masing-masing individu.

Terdapat 3 konsep penting berkaitan dengan teori ini :

a.       Nilai (Valence) : Setiap bentuk insentif punya nilai positif atau negatif bagi seseorang. Juga apa-kah nilai itu besar atau kecil bagi seseorang.

b.      Instrumental : adanya hubungan antara pekerjaan yang harus dilakukan dengan harapan yang dimiliki. Jadi jika pekerjaan dilihat bisa merupakan alat untuk mendapatkan apa yang diharapkan timbullah motivasi kerja 2.       Teori Kesamaan atau Keseimbangan a.       Orang cenderung akan membandingkan insentif atau reward yang deperolehnya dengan insentif yang diterima oleh orang lain yang mempunyai beban kerja yang serupa. Bila besarnya insentif antara dua orang itu sama, maka akan muncul motivasi kerja. Bila lebih kecil maka akan timbul rasa kecewa yang kemudian mengurangi motivasinya untuk bekerja dengan baik. Bila salah seo-rang menerima lebih banyak, maka dia akan termotivasi lebih kuat.

b.      Teori keseimbangan ini menyatakan bahwa orang cenderung untuk selalu melihat rasio antara beban kerja (effort) dengan penghargaan yang diterimanya. Bila seimbang antara keduanya maka orang akan merasa puas, bila sebaliknya akan merasa tidak puas atau kecewa. Akibat selanjutnya ada-lah menurunnya motivasi kerja.

c.       Kekecewaan itu akan menimbulkan ketegangan batin. Orang yang menderita ketegangan batin akan berusaha menguranginya dengan berbagai cara. Misalnya dengan mengatakan bahwa “barangkali dia telah bekerja lebih keras dan hasilnya lebih baik dari saya”. 

3.      Teori Penentuan Tujuan 

a.       Orang termotivasi untuk mencapai tujuan yang jelas; sebaliknya orang akan bermotivasi kerja rendah bila tujuan dari pekerjaannya tidak jelas.

b.      Mengapa berbagai permainan (games) sangat memotivasi banyak orang untuk ikut melakukan karena tujuan yang harus dicapai ada, jelas dan menarik. (Main sepakbola misalnya).

c.       Orang yang tugasnya jelas tujuannya dan lebih “menantang” lebih menunjukkan motivasi kerja yang lebih besar daripada orang yang tujuan tu-gasnya kabur atau terlalu mudah untuk mencapainya

d.      Penentuan tujuan yang jelas merupakan kepemim-pinan tersendiri. Karana itu rumuskan atau kata-kan tujuan setiap pekerjaan/tugas dengan jelas agar orang-orang yang akan mengerjakan mengetahui dengan baik. Dan ini akan memotivasi mereka untuk bekerja mencapai tujuan itu, meskipun mereka tidak terlibat dalam penentuan tujuannya.

e.       Memberi tujuan tugas yang jelas akan lebih memotivasi daripada hanya sekedar mengatakan “Kerjakan dengan sebaik-baiknya”, padahal tujuan yang harus dicapai tidak jelas.

  Metode-metode Motivasi

Terdapat dua metode dalam motivasi, metode tersebut adalah metode langsung dan metode tidak langsung, Hasibuan (1996:100). Kedua metode motivasi tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut: 1.      Metode langsung, merupakan motivasi materiil atau non materiil, yang diberikan secara langsung kepada seseorang untuk pemenuhan kebutuhan dan kepuasannya. Motivasi ini dapat diwujudkan misalnya dengan memberikan pujian, penghargaan, bonus dan piagam. 2.      Metode tidak langsung, merupakan motivasi yang berupa fasilitas dengan maksud untuk mendukung serta menunjang gairah kerja dan kelancaran tugas. Contohnya adalah dengan pemberian ruangan kerja yang nyaman, penciptaan suasana dan kondisi kerja yang baik.

  Asas-Asas Motivasi 

1.      Asas mengikutsertakan, artinya mengajak bawahan untuk ikut serta dalam berpartisipasi dan memberikan kesempatan untuk mengajukan pendapat sebagai rekomendasi dalam pengambilan keputusan.

2.      Asas komunikasi, artinya mengiformasikan secara jelas tentang tujuan yang ingin dicapai, cara mengerjakannya dalan kendala yang dihadapi.

3.      Asas pengakuan, artinya memberikan penghargaan, pujian dan pengakuan yang tepat serta wajar kepada bawahan atas prestasi kerja yang dicapainya.

4.      Asas wewenang yang didelegasikan, artinya memberikan kewenangan dan kepercayaan diri kepada bawahan, bahwa dengan kemampuan dan kreatifitasnya mampu mengerjakan tugas dengan baik.

5.      Asas adil dan layak, artinya alat dan jenis motivasi yang diberikan harus berdasarkan atas keadilan dan kelayakkan terhadap semua pegawai. Misalnya pemberian hadiah dan hukuman terhadap semua pegawai harus adil dan layak bila masalahnya sama.

6.      Asas perhatian timbal balik, artinya bawahan yang berhasil mencapai tujuan dengan baik maka pimpinan harus bersedia memberikan alat dan jenis motivasi. Tegasnya kerja sama yang saling menguntungkan kedua belah pihak ( Hasibuan 1996 : 98 ).

  Meningkatkan Motivasi Kerja Karyawan

Ada beberapa cara yang mungkin dapat digunakan  untuk meningkatkan motivasi kerja karyawan, antara lain sebagai berikut :

1.      Komunikasi dengan keluarga Jika ada permasalahan yang mengganggu, sebaiknya komunikasikan dengan teman atau kerabat dekat. Orangtua atau istri Anda bisa menjadi teman berbagi. Kadangkala, kerumitan yang ada dalam pikiran kita bisa segera terpecahkan jika ada seseorang yang memberikan sumbang saran dan motivasi. Bisa jadi, perspektif berpikir Anda akan terbuka karena istri atau orang yang Anda curhati.

2.      Ikuti seminar-seminar pemberdayaan diri Banyak sekali seminar-seminar pemberdayaan diri yang bisa kita sambangi. Mulai dari seminar entrepeneurship, internet marketing, motivasi dan kepribadian. Para trainer tersebut akan menulari kita dengan gairah dan motivasi, sehingga kita akan terinspirasi serta tergerak untuk menjadi manusia yang lebih baik lagi.

3.      Lakukan Outbond Salah satu yang cukup efektif untuk mengusir kejenuhan dan meningkatkan gairah kerja adalah dengan outbond. Agendakan dengan atasan dan rekan kerja untuk melakukan kegiatan tersebut. Dengan adanya kegiatan outbond, akan mencairkan batasan mental antara atasan-bawahan atau sesama rekan kerja.

4.      Agendakan Aktivitas Rekreatif di Luar Kantor Coba agendakan juga acara yang dapat diikuti oleh rekan-rekan sekerja. Makan malam atau olahraga misalnya. Hal itu akan menambah keakraban sesama. Tentunya dengan keakraban di antara teman sekantor, akan membuat kenyamanan dalam bekerja.

TATA KELOLA PERUSAHAAN YANG BAIK DAN BENAR

Setiap perusahaan memiliki visi dan misi dari keberadaannya. Visi dan misi tersebut merupakan pernyataan tertulis tentang tujuan-tujuan kegiatan usaha yang akan dilakukannya. Tentunya kegiatan terencana dan terprogram ini dapat tercapai dengan keberadaan sistem tatakelola perusahaan yang baik. Disamping itu perlu terbentuk kerjasama tim yang baik dengan berbagai pihak, terutama dari seluruh karyawan dan top manajemen.

Sistem tatakelola organisasi perusahaan yang baik ini menuntut dibangunnya dan dijalankannya prinsip-prinsip tata kelola perusahaan (GCG) dalam proses manajerial perusahaan. Dengan mengenal prinsip-prinsip yang berlaku secara universal ini diharapkan perusahaan dapat hidup secara berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi para stakeholdernya.

A. Apakah Itu Prinsip-Prinsip GCG

Sejak diperkenalkan oleh OECD, prinsip-prinsip corporate governance berikut ini telah dijadikan acuan oleh negara-negara di dunia termasuk Indonesia. Prinsip-prinsip tersebut disusun seuniversal mungkin sehingga dapat berlaku bagi semua negara atau perusahaan dan diselaraskan dengan sistem hukum, aturan atau tata nilai yang berlaku di negara masing-masing. Prinsip-prinsip tatakelola perusahaan yang baik ini antara lain :

(a). Akuntabilitas (accountability)
Prinsip ini memuat kewenangan-kewenangan yang harus dimiliki oleh dewan komisaris dan direksi beserta kewajiban-kewajibannya kepada pemegang saham dan stakeholders lainnya. Dewan direksi bertanggung jawab atas keberhasilan pengelolaan perusahaan dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh pemegang saham. Komisaris bertanggung jawab atas keberhasilan pengawasan dan wajib memberikan nasehat kepada direksi atas pengelolaan perusahaan sehingga tujuan perusahaan dapat tercapai. Pemegang saham bertanggung jawab atas keberhasilan pembinaan dalam rangka pengelolaan perusahaan.

(b) Pertanggungan-jawab ( responsibility)
Prinsip ini menuntut perusahaan maupun pimpinan dan manajer perusahaan melakukan kegiatannya secara bertanggung jawab. Sebagai pengelola perusahaan hendaknya dihindari segala biaya transaksi yang berpotensi merugikan pihak ketiga maupun pihak lain di luar ketentuan yang telah disepakati, seperti tersirat pada undang-undang, regulasi, kontrak maupun pedoman operasional bisnis perusahaan.

(c) Keterbukaan (transparancy)
Dalam prinsip ini, informasi harus diungkapkan secara tepat waktu dan akurat. Informasi yang diungkapkan antara lain keadaan keuangan, kinerja keuangan, kepemilikan dan pengelolaan perusahaan. Audit yang dilakukan atas informasi dilakukan secara independen. Keterbukaan dilakukan agar pemegang saham dan orang lain mengetahui keadaan perusahaan sehingga nilai pemegang saham dapat ditingkatkan.

(c) Kewajaran (fairness)
Seluruh pemangku kepentingan harus memiliki kesempatan untuk mendapatkan perlakuan yang adil dari perusahaan. Pemberlakuan prinsip ini di perusahaan akan melarang praktek-praktek tercela yang dilakukan oleh orang dalam yang merugikan pihak lain. Setiap anggota direksi harus melakukan keterbukaan jika menemukan transaksi-transaksi yang mengandung benturan kepentingan.

(d) Kemandirian (independency)
Prinsip ini menuntut para pengelola perusahaan agar dapat bertindak secara mandiri sesuai peran dan fungsi yang dimilikinya tanpa ada tekanan-tekanan dari pihak manapun yang tidak sesuai dengan sistem operasional perusahaan yang berlaku. Tersirat dengan prinsip ini bahwa pengelola perusahaan harus tetap memberikan pengakuan terhadap hak-hak stakeholders yang ditentukan dalam undang-undang maupun peraturan perusahaan.

B. Bagaimana Melaksanakan Tatakelola Perusahaan Sesuai GCG

Dalam prakteknya prinsip-prinsip tatakelola perusahaan yang baik ini perlu dibangun dan dikembangkan secara bertahap. Perusahaan harus membangun sistem dan pedoman tata kelola perusahaan yang akan dikembangkannya. Demikian juga dengan para karyawan, mereka perlu memahami dan diberikan bekal pengetahuan tentang prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik yang akan dijalankan perusahaan.

Untuk memudahkan memberikan gambaran bagaimana prinsip-prinsip GCG tersebut akan dibangun, dipahami dan dilaksanakan, berikut ini diberikan beberapa acuan praktis yang perlu dikembangkan lebih lanjut di masing-masing perusahaan. Acuan ini diuraikan mengikuti urutan butir-butir prinsip GCG yang telah dibahas di atas.

Accountability:
1. Pimpinan, manajer dan karyawan perusahaan telah mengetahui visi, misi, tujuan dan target-target operasional di perusahaan
2. Pimpinan. Manajer, karyawan perusahaan telah mengetahui dan memahami peran, tugas dan tanggung jawabnya masing-masing
3. Uraian tugas di setiap unit usaha atau unit organisasi telah ditetapkan dengan benar dan sesuai dengan visi, misi dan tujuan perusahaan
4. Proses dalam pengambilan keputusaan telah mengacu dan mentaati sistem dan prosedur yang telah dibangun.
5. Proses cek dan balance telah dilakukan secara menyeluruh di setiap unit organisasi.
6. Sistem penilaian kinerja operasional, organisasi dan kinerja perseorangan telah sepakat ditetapkan, diterapkan dan dievaluasi dengan baik
7. Pertanggungan jawab kinerja pimpinan (BOC, BOD) perusahaan secara rutin seyogyanya dapat dibangun dan dilaporkan.
8. Hasil pekerjaan telah didokumentasikan, dipelihara dan dijaga dengan baik

Responsibility:
1. Pimpinan, manajer dan karyawan perusahaan telah mengetahui dan memahami seluruh peraturan perusahaan yang berlaku.
2. Pimpinan. Manajer dan karyawan perusahaan telah menerapkan sistem tata nilai dan budaya perusahaan yang dianut perusahaan.
3. Proses dalam pengambilan keputusan di perusahaan senantiasa mengacu dan mentaati sistem dan prosedur yang telah dibangun.
4. Manajer dan karyawan perusahaan telah bekerja sesuai dengan standar operasional, prosedur maupun ketentuan yang berlaku di perusahaan.
5. Unit kerja organisasi perusahaan telah berupaya menghindari pengelolaan perusahaan yang berpotensi merugikan perusahaan dan stakeholder.
6. Proses pendelegasian kewenangan telah dijalankan dengan cukup dan baik demi terselenggaranya pekerjaan.
7. Manajer dan unit organisasi telah melakukan pertanggungan jawab hasil kerja secara teratur.

Transparancy dan Disclosure:
1. Bahwa berbagai pemegang kepentingan (manajemen, karyawan, pelanggan) dapat melihat dan memahami proses dalam pengambilan keputusan manajerial di perusahaan.
2. Pemegang saham berhak memperoleh informasi keuangan perusahaan yang relevan secara berkala dan teratur.
3. Proses pengumpulan dan pelaporan informasi operasional perusahaan telah dilakukan oleh unit organisasi dan karyawan secara terbuka dan obyektif, dengan tetapa menjaga kerahasiaan nasabah/pelanggan
4. Pimpinan, manajer dan karyawan perusahaan telah melakukan keterbukaan dalam proses pengambilan keputusan, sistem pengawasan dan standardisasi yang dilakukan.
5. Informasi tentang prosedur dan kebijakan di unit kerja maupun unit organisasi telah dipublikasikan secara tertulis dan dapat diakses oleh semua pihak di dalam dan oleh unit-unit terkait di luar perusahaan.
6. Eksternal auditor, komite audit, internal auditor memiliki akses atas informasi dengan syarat kerahasiaan tetap dijaga.
7. Menyampaikan laporan keuangan audited dan kinerja usaha ke publik secara rutin, maupun laporan corporate governance pada instansi yang berwenang.

Fairness:
1. Pengelola dan karyawan perusahaan akan memperhatikan kepentingan seluruh stakeholder secara wajar menurut ketentuan yang berlaku umum.
2. Perlakuan adil kepada seluruh pihak pemegang kepentingan (nasabah, pelanggan, pemilik) dalam memberikan pelayanan dan informasi.
3. Manajer, pimpinan unit organisasi dan karyawan dapat membedakan kepentingan perusahaan dengan kepentingan organisasi.
4. Perlakuan, pengembangan timwork, hubungan kerja dan pembinaan pada para karyawan akan dilakukan dengan memperhatikan hak dan kewajibannya secara adil dan wajar.

Independency:
1. Keputusan pimpinan perusahaan hendaknya lepas dari kepentingan berbagai pihak yang merugikan perusahaan.
2. Proses pengambilan keputusan di perusahaan telah dilakukan secara obyektif untuk kepentingan perusahaan

ORGANISASI DAN KERJASAMA TIM

Pentingnya Kerja Sama Tim

Dalam sebuah permainan bola, sebuah tim dapat merajai sebuah pertandingan apabila terjadi suatu kekompakan dalam kesebelasan tim tersebut. Kerja sama tim inilah yang membuat mereka menjadi satu kesatuan dan memenangkan perlombaan.

Coba bayangkan jika setiap pemain tidak memiliki koordinasi yang baik antar sesama pemain. Apa jadinya jika salah satu pemain ingin menjadi one man show dan tidak mau bekerja sama dengan anggota tim yang lain?

Pernahkah Anda melihat sebuah tim sepak bola mengalami situasi tegang karena setiap anggota tidak mau menerima masukan dan ingin bermain seenaknya sendiri?

Sudah tentu tim sepak bola itu tidak akan memenangkan pertandingan. Parahnya, sudah pasti tim tersebut dibubarkan.

Gambaran tersebut sama halnya dengan pola kinerja dalam sebuah perusahaan.

Sebuah perusahaan akan berjalan dengan baik dan mengalami berbagai peningkatan kualitas sumber daya manusia dan juga keuntungan perusahaan secara finansial jika terdapat suatu kerja sama tim yang saling bersinergi di dalamnya.

Bagaimanakah atmosfer dalam perusahaan, tempat Anda bekerja?

Bangun Kerja Sama Tim yang Kompak Dalam Perusahaan

Nikmati setiap kemajuan dari perusahaan Anda dengan membuat kerja sama tim yang kompak.

Berikut ini cara membangun kerja sama tim yang kompak dalam perusahaan Anda.

#1 Tanamkan Visi Misi Perusahaan pada Anggota Tim

Sebuah kapal dengan banyaknya penumpang di dalamnya akan sampai ke sebuah dermaga tertentu jika memiliki tujuan dan arahan yang sama.

Demikian halnya juga dengan sebuah perusahaan. Setiap anggota divisi perlu memiliki visi dan misi yang sama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan dalam perusahaan tersebut.

Akan menjadi kendala yang sangat berarti jika dari awalnya saja sudah berbeda visi. Tentu Anda dapat memastikan bahwa anggota tim tersebut tidak akan bertahan lama di tempat perusahaan tersebut.

Gratis Download E-book Panduan Berinvestasi Emas untuk Pemula

Jika Anda seorang pemimpin perusahaan atau setidaknya ketua sebuah divisi, tanamkan visi misi perusahaan kepada para anggota tim agar mereka bekerja melakukan tanggung jawab mereka dengan memiliki tujuan sesuai dengan arahan perusahaan yang Anda pimpin.

Seorang bawahan yang bertanggung jawab, akan berkiblat pada tujuan perusahaan dalam memenuhi setiap tugas pekerjaannya, walaupun posisi jabatannya tidak terlalu tinggi.

#2 Menghargai Perbedaan Pendapat

Perbedaan pendapat memang biasa. Setiap orang memiliki ide masing-masing dan cara yang berbeda dalam melakukan tugasnya dalam memenuhi sebuah tujuan.

Kerap terjadi dalam sebuah tim jika seorang anggota sangat teguh berpegang pada ide yang ia sampaikan sehingga tidak mengindahkan berbagai ide kreatif lainnya dari rekan satu tim.

Terkadang, ada kalanya rasa kecewa timbul jika ide yang kita sampaikan tidak diterima sebagai keputusan bersama dalam tim. Namun, inilah keputusan kelompok.

Memiliki hati yang besar, ditunjukkan melalui menerima perbedaan pendapat dan hasil keputusan yang tidak sesuai dengan ide yang diusulkan.

Tahukah Anda bahwa nilai kedewasaan seseorang dapat terlihat dalam situasi pengambilan keputusan? Anda pun dapat menilai kedewasaan diri Anda melalui momen ini.

Jika Anda mampu menerima keputusan bersama dalam sebuah rapat walaupun ide Anda tidak diterima, maka Anda adalah salah satu dari kumpulan orang-orang yang memiliki kedewasaan dalam berpikir, bertindak dan berperilaku.

#3 Saling Percaya

Dalam sebuah perusahaan, tidak jarang timbul saling sikut karena menginginkan kenaikan jabatan dan tentu saja kenaikan gaji.

Tak jarang kerap timbul perselisihan dan timbul rasa tidak percaya.

Atmosfer kerja seperti ini sangatlah tidak sehat dan sudah dipastikan kehancuran tim akan terjadi.

Jika Anda adalah seorang pemimpin dalam perusahaan tersebut, gunakan wewenang Anda sebijak mungkin.

Ada baiknya Standard Operational Procedure (SOP) yang seimbang antara bagian atau divisi sehingga tidak ada ketimpangan atau ketidakseimbangan pembagian tugas dan tanggung jawab.

#4 Lakukan Komunikasi yang Intensif dan Efektif

Komunikasi memang tidak dapat dianggap sepele. Komunikasi yang tidak berhasil akan membuat suatu hubungan menjadi renggang.

Lakukan komunikasi yang intensif dengan setiap anggota tim dengan mengadakan meeting atau setidaknya pertemuan untuk melakukan koordinasi tugas harian, briefing tugas secara singkat dan juga evaluasi kinerja harian atau mingguan.

Setiap laporan dan aspirasi perlu ditampung dengan baik dan pecahkan setiap masalah dengan melakukan case study secara bersama-sama. Libatkan seluruh anggota tim dalam melakukan pemecahan masalah (problem solving).

Setiap orang pasti memiliki masalah masing-masing, tidak hanya permasalahan di kantor ataupun di dalam keluarga.

Miliki hubungan yang baik dan saling menanyakan kabar akan sangat membantu membangun kerja sama tim.

Rekan kerja yang mampu menjadi teman curhat bisa menjadi penopang berjalannya sebuah kerja sama dalam sebuah tim. Dengan demikian, timbul rasa saling percaya seperti pada poin nomor 3.

Jika Anda seorang atasan, asah kemampuan Anda untuk dapat berkomunikasi secara interpersonal dan tingkatkan rasa empati Anda.

Jika salah satu anggota Anda merasa kebingungan dalam menginvestasikan uang mereka, coba sarankan kepada mereka untuk berinvestasi melalui Reksa Dana dengan cara men-download secara gratis panduan  dasar berinvestasi reksa dana bagi pemula dari Finansialku.

Gratis Download Ebook Panduan Berinvestasi Reksa Dana untuk Pemula

Dengan demikian, setiap anggota kelompok akan dengan mudahnya berbagai problematika kehidupan mereka dan memiliki rasa percaya pada Anda.

#5 Adakan Kegiatan Bersama

Hubungan antar anggota perlu dipupuk dengan kegiatan-kegiatan kebersamaan, baik itu diadakan di dalam kantor atau saat hari di luar kegiatan kantor.

Mengadakan kegiatan makan bersama di salah satu rumah anggota tim bisa menjadi salah satu pilihan.

Pernahkah Anda melakukan liburan bersama dengan anggota tim Anda?

Ide itu akan sangat menolong Anda dalam membangun kerja sama tim yang semakin solid.

Dalam merencanakan dana liburan bersama dengan anggota tim, Anda dapat menggunakan fasilitas perencanaan keuangan dari Aplikasi Finansialku dengan memanfaatkan fasilitas free trial-nya.

Adakan BBQ party untuk merayakan ulang tahun dari salah satu anggota tim Anda, atau undang mereka dalam acara-acara kecil bersama keluarga Anda, seperti masak bersama di rumah.

#6 Saling Menghargai Kinerja Antar Anggota

Jika Anda pernah ke sebuah restoran cepat saji, tentu Anda sempat melihat sebuah foto salah satu karyawan restoran tersebut yang mendapat predikat karyawan terbaik bulan tersebut.

Hal ini memang menjadi salah satu strategi manajemen dari restoran tersebut untuk meningkatkan kualitas kinerja dari karyawannya.

Selain menghargai hasil kerja dari karyawan tersebut, hal ini dapat memacu karyawan lain untuk bekerja lebih baik dan bertanggung jawab serta meningkatkan pelayanan mereka.

Ide tersebut ada baiknya diterapkan dalam divisi Anda untuk meningkatkan kerja sama tim.

Jika Anda seorang atasan, jangan enggan untuk mengatakan pujian Anda kepada bawahan Anda yang melakukan prestasi sekecil apapun.

Rasa penghargaan yang Anda berikan bahkan sebuah kata “terima kasih atas kerja dan usahanya”, dapat membuatnya semakin percaya diri dan juga timbul rasa ingin bekerja lebih maksimal dari sebelumnya.

#7 Tingkatkan Kompetensi Anggota Tim

Meningkatkan kerja sama tim bisa terjadi jika setiap anggota tim diperlengkapi dalam kompetensinya masing-masing.

Dengan meningkatnya kompetensi mereka, semakin tinggi juga kinerja yang mereka lakukan.

Jika Anda seorang atasan, fasilitasi bawahan Anda untuk dapat mengembangkan diri mereka untuk mendapatkan kompetensi yang semakin meningkat melalui seminar dan pelatihan.

METODE PENETAPAN HARGA DALAM BISNIS

Menjalankan sebuah bisnis jual-beli tidak akan terlepas dari permasalahan harga. Harga memegang peranan penting dalam terjadinya kesepakatan jual-beli dari produsen ke tangan konsumen. Melalui penetapan harga, akan terlihat posisi kelayakan produk dari nilai ekonomisnya. Karena permasalahan ini, perusahaan biasanyan mengadakan penetapan harga yang disepakati sebelum barang beredar di pasaran.

Menurut Machfoedz 2005, tujuan dari penetapan suatu harga adalah untuk mencapai target perusahaan, mendapatkan laba dari penjualan, meningkatkan serta mengembangkan produksi produk, serta meluaskan target pemasaran. Penetapan harga suatu produk atau jasa tergantung dari tujuan perusahaan atau penjual yang memasarkan produk tersebut. Menurut Harini 2008 penetapan harga memiliki tujuan yaitu:

1. Mencapai Penghasilan atas Investasi

Biasanya besar keuntungan dari suatu investasi telah ditetapkan persentasenya dan untuk mencapainya diperlukan penetapan harga tertentu dari barang yang dihasilkannya.

2. Kestabilan Harga

Hal ini biasanya dilakukan untuk perusahaan yang kebetulan memegang kendali atas harga. Usaha pengendalian harga diarahkan terutama untuk mencegah terjadinya perang harga, khususnya bila menghadapi permintaan yang sedang menurun.

3. Mempertahankan atau Meningkatkan Bagian dalam Pasar

Apabila perusahaan telah mendapatkan pangsa pasar yang luas, merkea harus berusaha mempertahankannya atau justru mengembangkannya. Untuk itu kebijaksanaan dalam penetapan harga jangan sampai merugikan bisnis.

4. Menghadapi atau Mencegah Persaingan.

Apabila perusahaan baru mencoba-coba memasuki pasar dengan tujuan mengetahui pada harga berapa mereka akan menetapkan penjualan. Ini artinya, perusahaan belum memiliki tujuan dalam menetapkan harga coba-coba tersebut.

5.      Penetapan Harga untuk Memaksimalkan Laba

Tujuan ini biasanya menjadi acuan setiap bisnis untuk bertahan hidup, karena setiap bisnis memerlukan laba.

Secara umum, terdapat 4 metode untuk menetapkan harga yaitu, metode penetapan harga berbasis permintaan, berbasis biaya, berbasis laba, dan berbasis persaingan. Berikut adalah beberapa penjelasan mengenai metode penetapan harga.

Berbasis Permintaan

Suatu metode yang menekankan pada berbagai faktor yang memengaruhi selera dan kesukaan pelanggan berdasarkan kemampuan dan kemauan pelanggan untuk membeli, manfaat yang diberikan produk dan perilaku konsumen secara umum.

Berbasis Biaya

Faktor penetapan harga yang dipengaruhi aspek penawaran atau biaya, dan bukannya aspek permintaan. Harga akan ditentukan berdasarkan biaya produksi dan pemasaran produk yang ditambah dengan jumlah tertentu sehingga menutupi biaya langsung, overhead, dan juga laba/rugi.

Berbasis Laba

Penetapan harga yang didasarkan pada keseimbangan biaya dan pendapatan. Metode ini memiliki 3 pendekatan yaitu, target profit pricing (penetapan harga berdasarkan target keuntungan), target return on sales pricing (target harga berdasarkan penjualan), dan target return on investment pricing sebuah perusahaan.

Berbasis persaingan

Penetapan harga yang dilakukan dengan mengikuti apa yang dilakukan pesaing. Metode ini memiliki 3 pendekatan melalui sistem penjualan di bawah harga normal pesaing untuk menarik konsumen, menyamakan harga agar persaingan tidak terlalu besar atau memberi harga lebih tinggi dari pesaingnya dengan asumsi bahwa produk yang mereka tawarkan memiliki kualitas lebih baik.

Untuk sebuah proses penetapan harga, suatu bisnis harus memiliki wawasan tentang kondisi produk, keuangan, dan hasil akhir berupa profit atau keuntungan yang ingin dicapai. Untuk mengetahui semua proses ini dengan baik, maka suatu bisnis membutuhkan perhitungan akuntansi yang tidak hanya memuat angka-angka nominal pengeluaran dan pemasukan, namun juga sistem akuntansi yang mampu menyajikan suatu prediksi berbentuk tabel maupun grafik data untuk memudahkan penilaian secara cepat dan akurat

Mempromosikan produk

Cara Mempromosikan Produk yang Paling Efektif. Pasti Sold-Out! – Berhasil memulai bisnis, membuat toko online dan punya produk yang bagus hanyalah permulaan dalam dinamika bisnis online.

Hal berikutnya yang harus Anda lakukan adalah menjual produk tersebut, dan tentu saja Anda harus mempromosikannya.

Sangat disayangkan, banyak bisnis yang harus tutup di awal karena penjualannya stagnan padahal produk yang dijualnya bagus. Sebagian besar hal yang mempengaruhinya adalah karena metode pemasaran yang tidak efektif dalam menggaet pelanggan.

Apa yang membuat orang mau mengunjungi toko online Anda dan membeli produk yang terpampang di dalamnya? Hal yang sangat mempengaruhinya adalah bagaimana cara Anda dalam mempromosikan produk ke orang-orang.

Dalam artikel kali ini, Anda bisa mencoba 10 cara mempromosikan produk yang sejauh ini paling efektif untuk memastikan agar produk yang Anda jual sold out, dan metode penerapannya pun relatif mudah. Apa saja?

10 Cara Mempromosikan Produk yang Paling Efektif

1 Tawarkan Diskon Khusus atau Trial Lewat Email Marketing

Email marketing sempat mulai ditinggalkan sebagai salah satu strategi pemasaran, padahal apabila dimanfaatkan dengan baik, cara mempromosikan produk lewat email marketing akan luar biasa besar efeknya.

Untuk membangun subscribers, informasikan di website toko online Anda bahwa mereka yang berlangganan email akan mendapatkan diskon khusus atau produk trial saat produk Anda launch.

Atau Anda juga bisa mengirimkan sampel produk Anda kepada email subscribers Anda dengan skema “Khusus 10 Subscribers Pertama”.

Begitu jumlah email subscriber Anda semakin banyak, setiap kali ada produk baru, Anda bisa langsung mempromosikan produk tersebut ke mereka dan berikan diskon khusus agar mereka tertarik untuk segera membelinya.


2 Adakan Program Give Away

Cara ini memang sudah cukup umum dan cukup efektif di kalangan pebisnis online. Agar produk Anda semakin dikenal, biarkan orang-orang di luar sana mencobanya sendiri dan minta tanggapan mereka.

Adakan Give Away setiap kali Anda meluncurkan produk baru baik di media sosial, toko online, email, dan sebagainya.

Wajibkan mereka untuk mengikuti media sosial dan mempromosikan produk Anda di masing-masing akun media sosial mereka. Semakin banyak orang yang ikut program Give Away Anda, semakin banyak orang yang akan mengenal produk Anda, begitu seterusnya.


3 Program Referral Juga Masih Sangat Efektif Dewasa Ini

Program referral merupakan teknik marketing dimana bisnis memberikan izin bagi pelanggan/pengguna untuk mempromosikan/menjual produk ke orang lain dan sebagai imbalannya, pengguna yang berhasil melakukan penjualan akan diberikan komisi.

Nyatanya, tak semua bisnis yang mengharuskan orang yang ingin mengikuti program referral menjadi pelanggan/pengguna terlebih dahulu.

Jadi, di samping Anda menerapkan strategi marketing yang lain, orang-orang yang tergabung dalam program referral Anda di luar sana juga membantu mempromosikan produk Anda.

Menariknya, Anda hanya mengeluarkan biaya (imbalan) setiap kali produk Anda terjual. Berbeda dengan bentuk promosi lain yang umumnya memakan biaya namun belum tentu mampu membuat penjualan.


4 Kerja Sama dengan Blogger

Minta bantuan blogger yang berhubungan dengan topik bisnis Anda untuk melakukan review dan mempostingnya di blog mereka.

Metode kemitraan dengan blogger ini juga bisa Anda kombinasikan dengan Give Away atau Program Referral.

Anda bisa membayar jasa mereka untuk menulis review tentang produk Anda atau mengundang mereka untuk mengikuti Give Away dan Program Referral. Blogger masih menjadi influencer yang sangat berpengaruh dalam dunia digital marketing.


5 Kerja Sama dengan Influencer di Media Sosial

Entah itu Selebgram maupun Youtuber, bangun hubungan yang baik dengan influencer di masing-masing media sosial.

Begitu Anda memiliki hubungan yang baik dengan mereka, Anda juga berpeluang untuk membangun citra yang baik di hadapan followers mereka.

Bila perlu, jadikan mereka brand ambassador untuk setiap produk Anda. Berikan mereka akses eksklusif terhadap produk Anda dan minta mereka untuk mempromosikannya di media sosial masing-masing.


6 Buat Video Promosional yang Singkat Namun Mampu dengan Jelas Memperkenalkan Produk Anda

Begitu mendengar pembuatan video, jangan hanya berpikir mengenai susahnya saja. Sekarang, membuat sebuah video promosional tidak sesusah dulu.

Ada banyak software yang bisa Anda manfaatkan, dari yang level profesional seperti Adobe Premiere hingga alat pembuatan video level pemula seperti Quik atau Lumen5.

Dengan Quik dan Lumen5, Anda bisa dengan mudah membuat video promosional yang sederhana namun tetap menarik. Uji kreativitas Anda dengan dua alat tersebut.

Atau apabila Anda memiliki anggaran yang cukup, sekalian saja minta bantuan agensi atau kreator video untuk membuat video promosional produk Anda dan unggah ke Youtube atau Facebook Video dan sebarkan di seluruh media promosional Anda seperti media sosial maupun toko online.


7 Sedikit Teknis, Coba Dalami Search Engine Optimization (SEO)

SEO dari waktu ke waktu selalu diperjuangkan. SEO memungkinkan informasi yang Anda salurkan lewat website Anda ditemukan dengan mudah oleh pengguna lewat mesin pencari seperti Google.

Katakanlah Anda menjual sepatu wanita, dan ketika pengguna mengetik kata kunci “sepatu wanita” di Google dan toko online Anda yang muncul di urutan pertama, kemungkinan besar pengguna akan membeli produk di toko online Anda.

Ketika Anda meluncurkan sebuah produk, berikan detil yang lengkap dan optimalkan kata kunci yang ingin Anda targetkan di judul, deskripsi, URL, hingga nama file foto.

Terbitkan di toko online Anda dan sebisa mungkin minta blogger untuk mereferensikan link produk tersebut di blog mereka.

Seturut waktu, toko online Anda bisa muncul di halaman pertama hasil pencarian Google dan dengan mudah ditemukan sehingga lebih mungkin untuk dibeli.

Berbeda dengan Search Engine Marketing (SEM)/periklanan lainnya yang hanya akan berjalan bila Anda masih memiliki anggaran yang cukup, SEO bersifat jangka panjang dan akan terus bertahan sepanjang toko online Anda aktif dan terus dioptimalkan.

Mulailah pelajari dasar-dasar SEO dari sekarang agar Anda bisa segera mempromosikan produk dengan metode organik yang satu ini.


8 Aktif Menyampaikan Informasi dan Berpromosi Lewat Blog

Bila Anda perhatikan, dewasa ini rata-rata setiap bisnis online memiliki blog. Blog merupakan tempat yang sangat tepat bagi setiap bisnis untuk menyampaikan pembaharuan maupun melakukan pemasaran.

Orang-orang selalu mencari informasi terbaru mengenai sebuah perusahaan di blog perusahaan tersebut. Maka dari itu, buat sebuah blog manfaatkan untuk menyampaikan informasi dan mempromosikan produk Anda.

Tulislah konten-konten yang menarik seputar bisnis Anda. Misalnya, apabila Anda ingin mempromosikan tas versi terbaru dari brand Anda, cobalah tulis konten dengan topik “3 Ide Kado untuk Kekasihmu” dan sebutkan bahwa tas versi terbaru yang Anda jual menjadi salah satu ide kado tersebut.

Ulas semua hal yang berhubungan dengan bisnis Anda di dalam blog, promosikan produk Anda, dan manfaatkan SEO maupun media sosial agar konten tersebut dibaca. Semakin banyak dibaca, semakin besar peluang agar produk yang Anda ulas di dalamnya dibeli.


Pengeloaan keuangan usaha dalam bisnis

Sekarang ini, banyak sekali orang-orang yang menggeluti usaha kecil untuk menambah penghasilan. Sayangnya, banyak pula pelaku usaha yang kurang menyadari akan pentingnya mengatur keuangan dalam menjalankan usaha. Terkadang, mereka masih sering mencampur aduk keuangan pribadi dan keuangan usaha. Ini adalah kesalahan fatal yang sering terjadi dan menyebabkan keuangan usaha sulit dikembangkan. Strategi dalam mengatur keuangan menjadi faktor penting yang harus diperhatikan dalam upaya menjaga kestabilan dan mengembangkan usaha kecil ke arah yang lebih baik.

Lakukan Perencanaan General

Bagi Anda yang baru terjun dalam usaha kecil, mulailah dengan perencanaan general untuk usaha. Apa saja program dan rencana usaha dalam satu periode panjang, kemudian bagilah perencanaan tersebut dalam beberapa periode pendek seperti triwulan, bulanan, atau bahkan mingguan. Lakukanlah perhitungan secara detail mengenai kebutuhan dana untuk menjalankan program tersebut. Tentukan pula kapan program tersebut dijalankan.

Buat Perencanaan Pendapatan

Cara kedua yang perlu Anda lakukan adalah membuat rencana pendapatan. Perkiraan pendapatan ini harus mampu memenuhi kebutuhan modal yang sudah direncanakan di awal tadi. Mulailah dengan bagaimana rencana usaha Anda dapat mendatangkan pendapatan. Mulai dari beberapa produk yang akan dijual, berapa target penjualan, strategi apa yang digunakan untuk mencapai target penjualan, hingga memastikan setiap penjualan yang dihasilkan menghasilkan keuntungan.

Buat Budget Secara Rutin

Hal ini merupakan bagian terpenting dari cara mengatur keuangan usaha, yaitu dengan membuat budgeting. Budgeting akan bekerja sebagai batasan untuk menilai kinerja dan efisiensi usaha. Dengan menyusun budgeting, Anda akan membuat pembatas untuk membantu membatasi pengeluaaran sesuai koridor yang sudah ditentukan dan estimasi sebelumnya. Setelah Anda menyusun anggaran untuk periode ini, lakukan budgeting secara berkesinambungan. Sesuaikan setiap budget dengan kondisi dari periode bersangkutan. Gunakan pula review dari budgeting untuk usaha kecil dari periode sebelumnya agar Anda memiliki gambaran yang lebih baik dari sebelumnya.

Awasi Arus Kas Keuangan

Saat menjalankan sebuah usaha, Anda perlu untuk mengawasi arus kas keuangan secara berkala. Terkadang, arus kas keuangan menjadi hal yang paling sulit dilakukan oleh para pelaku usaha karena perlunya tingkat ketelitian yang cukup tinggi. Jika Anda kesulitan dalam mengawasi arus kas keuangan, Anda dapat menggunakan jasa administrator untuk mengontrol arus kas dan menetapkan prosedur keuangan yang baik. Selain itu, Anda juga bisa menggunakan software akuntansi. Jurnal adalah software akuntansi online yang dapat Anda gunakan untuk mengontrol aliran kas hingga membuat laporan arus kas dengan mudah, cepat, dan menyajikan data secara realtime.

Gunakan Laba untuk Kembangkan Usaha

Pada dasarnya yang membedakan pengusaha sukses dan pengusaha yang kurang sukses terletak pada kemampuan mereka dalam menikmati hasil jerih payahnya. Memang Anda sangat berhak sekali untuk menikmati hasil dari kerja keras, namun ada baiknya jika Anda tidak menghabiskannya begitu saja. Langkah baik dalam hal ini ialah dengan cara menggunakan uang dari keuntungan untuk dikembangkan agar menjadi usaha yang lebih besar dan mengarahkan investasi ke bidang-bidang yang menguntungkan seperti menambah armada dagang atau penambahan barang-barang dagangan untuk dijual kembali. Jika Anda melakukan hal ini maka besar kemungkinan untuk cepat menjadi pengusaha yang sukses.

Demikianlah kelima cara dalam mengatur keuangan untuk usaha kecil. Pada dasarnya, kesuksesan suatu usaha hanya akan tercapai dengan niat dan kerja keras yang tinggi. Dengan kedua hal tersebut, maka mengatur keuangan usaha kecil pun akan semakin mudah untuk dilakukan.

Strategi pemasaran

Strategi Pemasaran Menurut Para Ahli

Beberapa ahli pernah menjelaskan tentang definisi strategi marketing, diantaranya adalah:

1. Kotler dan Amstrong

Menurut Kotler dan Amstrong (2008), pengertian strategi pemasaran adalah logika pemasaran dimana unit bisnis berharap untuk menciptakan nilai dan memperoleh keuntungan dari hubungannya dengan konsumen.

2. Kurtz

Menurut Kurtz (2008), pengertian strategi pemasaran adalah keseluruhan program perusahaan dalam menentukan target pasar dan memuaskan konsumen dengan membangun kombinasi elemen dari marketing mix; produk, distribusi, promosi, dan harga.

3. Philip Kotler

Menurut Philip Kotler, pengertian strategi pemasaran adalah suatu mindset pemasaran yang akan digunakan untuk mencapai tujuan pemasaran, dimana di dalamnya terdapat strategi rinci mengenai pasar sasaran, penetapan posisi, bauran pemasaran, dan budget untuk pemasaran.

4. Tjiptono

Menurut Tjiptono, pengertian strategi pemasaran adalah alat fundamental yang dirancang untuk mencapai tujuan perusahaan dengan mengembangkan keunggulan daya saing yang berkesinambungan melewati pasar yang dimasuki, dan progam pemasaran yang digunakan untuk melayani pasar target tersebut.

5. Stanton

Menurut Stanton, pengertian strategi pemasaran adalah sesuatu yang melingkupi semua sistem yang memiliki hubungan dengan tujuan untuk merencanakan dan menentukan harga hingga mempromosikan dan menyalurkan produk (barang atau jasa) yang dapat memuaskan konsumen.

Fungsi Strategi Pemasaran

Secara garis besar ada 4 fungsi strategi pemasaran, diantaranya:

1. Meningkatkan Motivasi untuk Melihat Masa Depan

Strategi pemasaran berupaya untuk memotivasi manajemen perusahaan agar berpikir dan melihat masa depan dengan cara yang berbeda. Hal ini sangat diperlukan untuk menjaga kelangsungan perusahaan di masa mendatang.

Penting bagi perusahaan untuk mengikuti ritme pasar, namun terkadang perusahaan juga harus memiliki gebrakan dengan sesuatu yang baru.

2. Koordinasi Pemasaran yang Lebih Efektif

Setiap perusahaan pasti memiliki strategi pemasarannya sendiri. Strategi pemasaran ini berfungsi untuk mengatur arah jalannya perusahaan sehingga membentuk tim koordinasi yang lebih efektif dan tepat sasaran.

3. Merumuskan Tujuan Perusahaan

Para pelaku usaha tentunya ingin melihat dengan jelas apa tujuan perusahaan mereka. Dengan adanya strategi pemasaran maka pelaku usaha akan terbantu untuk membuat detail tujuan yang akan dicapai, baik jangka pendek maupun jangka panjang.

4. Pengawasan Kegiatan Pemasaran

Dengan adanya strategi pemasaran maka perusahaan akan memiliki standar prestasi kerja para anggotanya. Dengan begitu, pengawasan kegiatan para anggota akan lebih mudah dipantau untuk mendapatkan mutu dan kualitas kerja yang efektif.

Tujuan Strategi Pemasaran

Secara umum, setidaknya ada 4 tujuan strategi pemasaran, diantaranya adalah:

  • Untuk meningkatkan kualitas koordinasi antar individu dalam tim pemasaran
  • Sebagai alat ukur hasil pemasaran berdasarkan standar prestasi yang telah ditentukan
  • Sebagai dasar logis dalam mengambil keputusan pemasaran
  • Untuk meningkatkan kemampuan dalam beradaptasi bila terjadi perubahan dalam pemasaran

Konsep Strategi Pemasaran

Banyak ahli marketing mengatakan bahwa kepuasan pelanggan adalah kunci utama dari konsep pemasaran dan marketing strategy. Dengan kata lain, setiap perusahaan memiliki cara tersendiri dalam melakukan proses marketing, sesuai karakteristik dan kesanggupan masing-masing.

Pada dasarnya tujuan akhir dari marketing itu tetap akan bermuara pada tercapainya kepuasan konsumen. Berikut ini adalah 5 Konsep Strategi Pemasaran:

1. Segmentasi Pasar

Setiap konsumen pasti memiliki kebutuhan dan kebiasaan yang berbeda. Perusahaan harus melakukan klasifikasi pasar yang sifatnya heterogen menjadi satua-satuan pasar yang bersifat homogen.

2. Market Positioning

Tidak ada perusahaan yang bisa menguasai seluruh pasar. Itulah alasannya mengapa perusahaan harus punya pola spesifik untuk mendapatkan posisi kuat dalam pasar, yaitu memilih segmen yang paling menguntungkan.

3. Market Entry Strategy

Ini adalah strategi perusahaan untuk bisa masuk pada segmen pasar tertentu. Bebebrapa cara yang sering dilakukan adalah:

  • Membeli Perusahaan Lain
  • Internal Development
  • Kerjasama Dengan Perusahaan Lain

4. Marketing Mix Strategy

Marketing Mix adalah kumpulan dari beberapa variabel yang telah digunakan perusahaan untuk mempengaruhi tanggapan konsumen. Beberapa variabel tersebut diantaranya;

  • Product
  • Price
  • Place
  • Promotion
  • Participant
  • Process
  • People Physical Evidence

5. Timing Strategy

Pemilihan waktu dalam melakukan pemasaran juga sangat penting untuk diperhatikan. Perusahaan perlu melakukan berbagai persiapan yang baik di bidang produksi, dan menentukan waktu yang tepat untuk mendistribusikan produk ke pasar.

Pendistribusian produk

Sebenarnya, apa itu distribusi? Pengertian Distribusi adalah kegiatan menyalurkan suatu produk, baik itu barang atau jasa, dari produsen ke konsumen sehingga produk tersebut tersebar luas.

Ada juga yang menyebutkan arti distribusi adalah suatu kegiatan pemasaran yang bertujuan untuk memudahkan proses penyampaian produk dari produsen kepada konsumen. Dengan kata lain, pengertian distribusi adalah penghubung antara aktivitas produksi dan konsumsi.

Pada pelaksanaannya, distribusi merupakan bagian dari proses pemasaran yang dapat memberikan nilai tambah pada produk melalui berbagai fungsi seperti utility, tempat, waktu, dan hak kepemilikan produk. Selain itu, tercipta juga kelancaran arus pemasaran, baik secara fisik maupun non-fisik seperti arus informasi, promosi, negosiasi, pembayaran, dan lain sebagainya.

Pengertian Distribusi Menurut Para Ahli

Agar lebih memahami apa arti distribusi, maka kita dapat merujuk pada pendapat para ahli, diantaranya adalah:

1. Soekartawi

Menurut Soekartawi, pengertian distribusi adalah aktivitas menyalurkan atau mengirimkan barang dan jasa supaya sampai hinga konsumen akhir.

2. Assauri

Menurut Assauri, pengertian distribusi adalah kegiatan memindahkan produk dari sumber ke konsumen akhir dengan saluran distribusi pada waktu yang tepat.

3. Basu Swastha

Menurut Basu Swastha, definisi distribusi adalah saluran pemasaran yang dipakai oleh pembuat produk untuk mengirimkan produknya ke industri atau konsumen. Lembaga yang terdapat pada saluran distribusi adalah produsen, distributor, konsumen atau industri.

Fungsi Distribusi

Fungsi Distribusi

Secara umum ada empat fungsi utama kegiatan distribusi, yaitu pembelian, klasifikasi, promosi, dan penyaluran. Berikut penjelasan selengkapnya:

1. Pembelian Produk

Kegiatan pembelian barang merupakan proses awal dari distribusi yang diproduksi oleh produsen. Namun, jika penyaluran barang dari produsen dilakukan secara langsung kepada konsumen, maka proses ini tidak berlaku.

2. Klasifikasi Produk

Setelah proses pembelian barang, akan ada kegiatan pengklasifikasian barang berdasarkan fungsi dan jenisnya agar pemasaran dan penghitungan barang menjadi lebih mudah.

3. Promosi Produk

Setelah barang diklasifikasikan maka akan terjadi proses promosi barang, yaitu memperkenalkan barang tersebut kepada khalayak. Proses promosi barang ini dapat dilakukan dengan memasang display di etalase toko, iklan di berbagai media, dan penawaran langsung ke konsumen.

4. Penyaluran Produk

Ini merupakan aktivitas utama dari distribusi, yaitu menyalurkan barang kepada konsumen. Proses penyaluran harus dilakukan dengan cepat dan tepat agar distributor mendapatkan keuntungan dari kegiatan distribusi.

Tujuan Distribusi

Tujuan Distribusi

Tujuan utama kegiatan distribusi adalah untuk menjamin kelangsungan aktivitas produksi dan menjamin produk diterima dengan baik oleh konsumen. Berikut penjelasan selengkapnya:

1. Menjamin Kelangsungan Kegiatan Produksi

Proses distribusi yang berjalan dengan baik akan membantu kegiatan produksi. Dengan melakukan kegiatan distribusi maka produk yang telah dihasilkan tidak tertahan di gudang produsen tetapi berpindah ke tangan distributor.

2. Menjamin Produk Sampai ke Konsumen

Sesuai dengan tujuan utamanya, kegiatan distribusi akan memastikan produk dari produsen dapat sampai ke konsumen. Proses distribusi ini bisa dilakukan dengan cara pengenalan barang (promosi) hingga proses pengiriman barang ke konsumen.

Jenis-Jenis Distribusi

Berdasarkan peran produsen dengan konsumen, jenis distribusi dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu:

1. Distribusi Langsung

Pengertisn distribusi langsung adalah suatu kegiatan penyaluran barang dari produsen langsung kepada konsumen. Dengan kata lain, produsen berperan sebagai distributor dan proses distribusinya tidak melalui perantara atau pihak ketiga.

2. Distribusi Tidak Langsung

Pengertian distribusi tak langsung adalah suatu kegiatan penyaluran barang dari produsen kepada konsumen yang menggunakan perantara atau pihak ketiga. Dalam hal ini, distributor bisa berupa perorangan atau perusahaan distribusi.

Pelaku Distribusi

Pelaku Distribusi

Berdasarkan kegiatan penyaluran barang dari produsen ke konsumen, pelaku distribusi (distributor) dapat dibedakan menjadi enam kelompok, yaitu:

1. Pedagang

Pedagang adalah pihak yang membeli barang dari produsen dan menjualnya kembali ke konsumen akhir. Pedagang dapat menentukan harga jual suatu produk sesuai dengan kondisi pasar dan sosial ekonomi di suatu masyarakat.

2. Agen

Agen adalah perusahaan yang memiliki tanggungjawab untuk menyalurkan barang dari produsen kepada konsumen. Keuntungan yang didapatkan oleh agen adalah dari niali komisi yang telah ditentukan.

3. Makelar

Makelar adalah pihak yang mempertemukan produsen dengan calon pembeli suatu produk, baik itu barang atau jasa. Makelar tidak mengeluarkan modal pada proses distribusi dan keuntungan yang didapatkan adalah berupa fee dari produsen dan konsumen atas jasanya.

4. Eksportir

Eksportir adalah pihak yang menyalurkan barang dari produsen dalam negeri kepada konsumen yang berada di luar negeri.

5. Importir

Kebalikan dari eksportir, importir adalah pihak yang menyalurkan barang dari luar negeri kepada konsumen di dalam negeri.

6. Komisioner

Komisioner adalah pihak yang melakukan pembelian dan penjualan atas namanya sendiri.

Faktor yang Mempengaruhi Distribusi

Kegiatan distribusi dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi distribusi adalah:

  • Jumlah produk
  • Sifat produk
  • Luas daerah
  • Sarana angkutan
  • Sarana komunikasi
  • Faktor perusahaan
  • Faktor biaya
  • Kondisi pasar
Design a site like this with WordPress.com
Get started