pengelolaan sumber daya manusia

Pengelolaan Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) Dalam Perusahaan


Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan salah satu elemen terpenting yang akan memutar roda perusahan terus berjalan. Meskipun ini tidak berhubungan langsung dengan keuangan atau pendapatan perusahaan, namun secara tidak langsung dapat berimbas pada kinerja perusahaan. Hal ini karena pada dasarnya sumberdaya manusialah yang bergerak mengelola perusahaan.
Manajemen SDM sangat perperan penting untuk mengatur pengelolaan SDM dan sumberdaya perusahaan agar memberikan hasil maksimal dan memiliki loyalitas tinggi. Selain itu juga akan memiliki profesionalitas terbaik  yang dapat diandalkan untuk mencapai tujuan dan sasaran perusahaan.
Setiap jajaran #manajemen SDM harus menciptakan SDM yang handal dan melakukan training, coaching dan motivation pada setiap karyawan agar mampu menjalankan tugas sebagaimana mestinya. Kemampuan inilah yang akan menjadi salah satu kunci kemajuan dan keberhasilan dari sebuah perusahaan. Bahkan daya saing tinggi akan membuat karyawan siap dengan tantangan arus globalisasi dan membuat perusahan mampu memanfaatkan peluang sebaik baiknya.

Pentingnya Membentuk Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) Dalam Perusahaan

Dalam jangka panjang, perusahan melalui manajemen sumberdaya manusia akan diarahkan untuk :

  1. Memberikan kesempatan sumber daya manusia untuk berkembang menjadi pribadi yang berkualitas dan memiliki daya saing yang tinggi. Selain untuk kebaikan perusahaan juga untuk kebaikan perorangan itu sendiri.
  2. Memperkuat produk unggulan di setiap unit kerja untuk menuju keunggulan kompetitif dengan membangun keterkaitan sistem produksi, distribusi, dan pelayanan di dalam perusahaan.
  3. Meningkatkan penguasaan, pemanfaatan, dan penciptaan pengetahuan
  4. Dapat membangun peralatan produksi yang maju dan canggih
  5. Melakukan reformasi manajemen administrasi secara sistematis dan terintegrasi agar tujuan perusahaan dapat tercapai dengan baik. 

Sumber daya manusia yang bermutu semakin dibutuhkan setiap perusahan untuk mencapai sasaran perusahaan. Semakin baik kualitas sumber daya manusia dalam sebuah perusahaan maka daya saing perusahaan tersebut akan semakin baik.  Perusahaan harus melakukan program training untuk meningkatkan kehandalan karyawan, kecerdasan dan integritasnya untuk perusahaan.

Training menjadi salah satu program penting yang harus dilakuka oleh setiap karyawan yang baru pertama kali masuk ke dalam perusahaan. Program ini memegang peranan penting sebagai faktor pendukung yang memegang peranan penting pada berbagai sektor. Usaha ini juga akan menyiapkan karyawan untuk dapat praktik langsung di lapangan, uji coba trobosan dan kerja sama dalam sebuah tim.
Manajemen Sumber Daya Manusia sangat penting dalam sebuah perusahaan, hal ini terlihat karena sangat dibutuhkan oleh perusahaan untuk kemajuan perusahaan tersebut. Bahkan sumber daya manusia menjadi salah satu penentu kefektifan organisasi bisnis. Keberhasilan bisnis menjadi salah satu tujuan dari pengelolaan manajemen sumber daya manusia.
Perusahaan wajib memberikan komitmen terhadap karyawannya untuk mendapatkan kesempatan mewujudkan tujuan pribadi. Komitmen ini yang tertulis pada aturan dan prosedur dan pemilihan manjer yang baik, memperjelas visi dan misi perusahaan. Selain itu juga untuk membentuk tradisi perusahaan. Perusahaan juga wajib mendorong karyawannya untuk terus melakukan pengembangan dan mengembangkan diri sebagaimana hak seorang karyawan.
Pemanfaatan sumber daya manusia haruslah berlangsung dengan baik dengan perencanaan sumberdaya yangbaik pula. Dimulai dari pengaturan kembali dan penempatan SDM pada posisi yang tepat. Menempatkan sesuai dengan kemampuan dan pengalaman yang dimilikinya. Sehingga pemberian kontribusi karyawan dapat berlangsung maksimal. 
Hal ini menjadi salah satu tuntutan penting yang harus dikuasai oleh seorang manajer SDM, apalagi dengan perkembangan zaman dan pergerakan ekonomi, arus informasi dan perkembangan iptek semakin pesat membuat kualitas SDM semakin dibutuhkan dengan kualitas terbaik.

etika dalam bisnis

Dalam menerapkan etika dalam berbisnis kamu harus memperhatikan norma dan moralitas yang berlaku di dalam masyarakat. Disamping itu etika bisnis juga bisa diterapakan dan dimunculkan dalam perusahaan sendiri karena memiliki keterkaitan dengan profesional bisnis. Perusahaan menyakini prinsip bisnis yang baik adalah yang memperhatikan etika-etika yang berlaku, seperti menaati hukun dan peraturan yang berlaku.

Prinsip etika bisnis

Secara umum etika bisnis harus ditempuh oleh perusahaan agar tercapai tujuan yang telah ditetapakan. Oleh karena itu etika bisnis memiliki beberapa prinsip yang digunakan sebagai acuan dalam melaksanakan kegiatan dan mencapai tujuan yang dimaksud. Adapun prinsip-prinsip etika dalam berbisnis adalah sebagai berikut:

1. Prinsip Otonomi

Dalam prinsip otonomi etika bisnis perusahaan bebas memiliki kewenangan sesuai dengan bidang yang telah dikuasai Sesuai dengan visi dan misi perusahaan tersebut. Contoh otonomi dalam etika bisnis perusahaan tidak bergantung dengan perusahaan lain dalam mengambil keputusan bisnis. Perusahaan tersebut bebas mengambil keputusan apapun yang sesuai dengan visi misinya.

Dalam menjalankan prinsip otonomi ini 2 perusahaan atau lebih bisa berkomitmen dalam menjalankan etika bisnis ini, namun masing-masing perusahaan dimungkinkan untuk mengambil pendekatan yang berbeda-beda dalam menjalankanya. Sebab masing-masing perusahaan memiliki kondisi karakter internal dan strategi yang berbeda dalam mencapai tujuan serta visi misi dari perusahaan tersebut.

2. Prinsip kejujuran

Prinsip kejujuran dalam etika bisnis merupakan nilai yang paling dasar untuk mendukung keberhasilan kinerja perusahaan. Kegiatan bisnis akan bisa berhasil dan sukses bila setiap individu yang terlibat dalam kegiatan bisnis menerapkan prinsip kejujuran. Pada dasarnya prinsip kejujuran ini harus ditanamkan dalam setiap kegiatan bisnis. Hal yang paling penting dalam menerapakan prinsip ini dalam bisnis adalah dengan memulai menerapakan prinsip ini pada diri kamu dahulu. Jika kamu sebagai pimpinan perusahaan mampu untuk menerapakan prinsip ini, tentu akan menjadi contoh bagi semua karyawan yang bekerja di perusahaanmu.

3. Prinsip keadilan

Dalam menerapakan prinsip keadilan semua pihak yang terkait dalam bisnis harus memberikan kontribusi baik itu secara langsung atau tidak langsung terhadap keberhasilan bisnis. Oleh karena itu semua pihak harus memiliki akses yang positif sesuai dengan kemampuan dan peran yang sudah diberikan kepada masing-masing terhadap keberhasilan bisnis ini. Contoh prinsip keadilan dalam etika bisnis seperti alokasi sumber daya ekonomi kepada semua pemilik faktor ekonomi. Hal ini bisa dilkukan dengan membuat kesepakatan tentang harga konsumen dan juga harga pemasok bahan baku serta alat-alat produksi.

4. Prinsip hormat pada diri sendiri

Prinsip ini akan memberikan dampak pada bisnis itu sendiri. Dalam menjalankan bisnis masyarakat sebagai konsumen merupakan cerminan bagi bisnis kita. Bila bisnis kita memberikan kontribusi yang positif kepada masyarakat tentu itu akan berdampak positif dengan bisnis yang kita jalankan dan begitu juga sebaliknya. Sebagai pengelola perusahaan sudah menjadi kewajiban untuk memberikan respek kepada siapapun yang terlibat dalam aktivitas bisnis. Dengan demikian pasti semua pihak akan memberikan respek yang sama terhadap perusahaan yang kita kelola. Sebagai contoh prinsip menghormati diri sendiri dalam etika bisnis: Manajemen perusahaan dengan team work-nya memiliki sistem kerja yang berorientasi kepada pelanggan akan makin fanatik terhadap perusahaan. Demikian juga, jika sistem manajemen berorientasi pada pemberian kepuasan kepada karyawan yang berprestasi karena sepadan dengan prestasinya maka dapat dipastikan karyawan akan makin loyal terhadap perusahaan.

manajemen risiko

Apa itu manajemen risiko? Pengertian manajemen risiko adalah suatu proses identifikasi, analisis, penilaian, pengendalian, dan upaya menghindari, meminimalisir, atau bahkan menghapus risiko yang tidak dapat diterima.

Dalam hal ini risiko berhubungan dengan pendekatan atau metodologi dalam menghadapi ketidakpastian dalam bisnis. Dalam KBBI arti kata risiko adalah akibat yang kurang menyenangkan (merugikan, membahayakan) dari suatu tindakan. Ketidakpastian ini bisa berupa ancaman, pengembangan strategi, dan mitigasi risiko.

Dalam perusahaan, manajemen risiko (risk management) adalah suatu proses perencanaan, pengaturan, pemimpinan, dan pengontrolan aktivitas sebuah organisasi untuk meminimalisir resiko pendapatan perusahaan.

Manajemen Risiko Menurut Para Ahli

Beberapa ahli di bidang ilmu manajemen menjelaskan apa itu manajemen risiko, diantaranya adalah:

1. Fahmi

Menurut Fahmi, pengertian manajemen risiko adalah bidang ilmu yang secara spesifik membahas mengenai bagaimana organisasi menerapkan ukuran dalam memetakan semua permasalahan dengan menggunakan pendekatan manajemen secara sistematis dan komprehensif.

2. Djojosoedarso

Menurut Djojosoedarso, manajemen risiko adalah pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen dalam penanggulangan risiko, terutama risiko yang dihadapi oleh organisasi/perusahaan, keluarga dan masyarakat.

Hal ini mencakup kegiatan merencanakan, mengorganisir, menyusun, memimpin/mengkoordinir, dan mengawasi (termasuk mengevaluasi) program penanggulangan risiko.

Tujuan Manajemen Risiko

Secara umum ada enam tujuan risk management dalam perusahaan atau badan usaha, diantaranya adalah:

1. Melindungi Perusahaan

Memberikan perlindungan terhadap perusahaan dari tingkat risiko signifikan yang bisa menghambat proses pencapaian tujuan perusahaan.

2. Membantu Pembuatan Kerangka Kerja

Membantu dalam proses pembuatan kerangka kerja manajemen risiko yang konsisten atas ririko yang ada pada proses bisnis dan fungsi-fungsi di dalam sebuah perusahaan.

3. Mendorong Manajemen Agar Proaktif

Mendorong manajemen agar bertindak proaktif dalam mengurangi potensi risiko, dan menjadikan manajemen risiko sebagai sumber keunggulan bersaing dan kinerja perusahaan.

4. Sebagai Peringatan untuk Berhati-Hati

Mendorong semua individu dalam perusahaan agar bertindak hati-hati dalam menghadapi risiko perusahaan demi tercapainya tujuan yang diinginkan bersama.

5. Meningkatkan Kinerja Perusahaan

Membantu meningkatkan kinerja perusahaan dengan menyediakan informasi tingkat risiko yang disebutkan dalam peta risiko/ risk map. Hal ini juga berguna dalam pengembangan strategi dan perbaikan proses risk management secara berkesinambungan.

6. Sosialisasi Manajemen Risiko

Membangun kemampuan individu maupun manajemen untuk mensosialisasikan pemahaman tentang risiko dan pentingnya risk management.

Jenis-Jenis Manajemen Risiko

Seiring dengan perkembangannya, manajemen risiko terbagi dalam beberapa hal; Resiko Operasional, Resiko Hazard, Resiko Finansial, Resiko Strategik.

1. Manajemen Risiko Operasional

Manajemen ini berkaitan dengan resiko yang timbul akibat gagal fungsi proses internal, misalnya karena human error, kegagagalan sistem, faktor luar seperti bencana dsb. Dalam menejemen resiko operasional, ada empat faktor penyebab resiko antara lain manusia, proses, sistem dan kejadian eksternal.

Dengan memahami manajemen risiko ini, perusahaan bisa mengambil langkah preventif atau bahkan sanksi supaya kapasitas produksi dan layanan terjaga semisal ada hal yang tidak diinginkan terjadi.

2. Manajemen Hazard

Manajemen hazard berkaitan dengan kondisi potensial yang mengakibatkan kebangkrutan dan kerusakan. Ketika kita membahas hazard, tentu kita juga membahas peril. Resiko perilaku yaitu peristiwa yang bisa menimbulkan kerugian bisnis. Dalam hal ini ada tiga macam hazard yang harus diketahui, antara lain legal hazard, physical hazard dan moral hazard.

Contoh hazard legal misalnya pelanggaran atau pengabaian peraturan bisnis yang bisa menyebabkan kebangkrutan, seperti pelanggaran SOP atau peraturan perusahaan yang akhirnya berakibat fatal. Sementara physical hazard bisa berupa mesin yang sudah tua dan menimbulkan resiko kerugian saat produksi.

Seperti kecelakaan pegawai karena mesin dan sebagainya. Untuk moral hazard contohnya yaitu sikap seorang karyawan dilingkungan kerja yang menimbulkan kerugian. Misalnya karyawan tidak jujur dan sering korupsi uang. Atau karyawan yang tidak melayani konsumen dengan baik sehingga berakibat buruk pada perusahaan.

3. Manajemen Resiko Finansial

Manajemen resiko finansial yaitu upaya pengawasan resiko dan perlindungan hak milik, keuntungan, harta dan aset sebuah badan usaha. Pada prakteknya, proses pengelolaan resiko ini meliputi identifikasi, evaluasi dan melakukan pengendalian resiko bila ditemukan hal yang mengancam keberlangsungan organisasi.

Manajemen ini sangat penting karena ini merupakan salah satu sumber daya perusahaan. Karena itu seorang akuntan harus benar-benar mempertimbangkan berbagai resiko lainnya yang berhubungan dengan keuangan, seperti:

  • Resiko likuiditas
  • Diskpntinuitas pasar
  • Resiko kredit
  • Resiko regulasi
  • Resiko pajak
  • resiko akuntansi

Menejemen ini juga tidak lepas dari perubahan kurs mata uang yang erat kaitannya dengan perubahan inflasi, neraca perdagangan, kapasitas utang, suku bunga dsb.

3. Manajemen Resiko Strategis

Manajemen ini berkaitan dengan pengambilan keputusan. Resiko yang biasanya muncul adalah kondisi tak terduga yang mengurangi kemampuan pelaku bisnis untuk menjalankan strategi yang direncanakan. Dalam hal ini beberapa faktor seperti resiko operasi, resiko asset impairment, resiko kompetitif atau bahkan resiko frenchise (bila ada).

Seperti yang tertulis dalam pengertian enterprise risk management di atas, untuk mengetahui resiko yang kemungkinan besar terjadi dan merugikan perusahaan adalah dengan menuliskan item penting, Anda bisa membuat beberapa daftar berikut ini:

  • Daftar resiko
  • Penilaian resiko tersebut sesuai dengan kecenderungannya dan juga dampaknya
  • Penilaian pada kondisi saat ini yang sedang terjadi
  • Rencana tindakan bila resiko terburuk benar-benar muncul

Komponen Manajemen Risiko

Ada beberapa komponen dan proses dalam manajemen risiko. Menurut COSO (Committee of Sponsoring Organizations of the Treadway Commission) komponen tersebut adalah:

1. Lingkungan Internal (Internal Environment)

Komponen ini adalah sikap manajemen di semua level terhadap operasi secara umum dan konsep kontrol secara khusus. Hal ini mencakup: etika, kompetensi, serta integritas dan kepentingan terhadap kesejahteraan organisasi.

2. Penentuan Sasaran (Objective Setting)

Perusahaan menetapkan tujuan operasional sebagai dasar untuk mengidentifikasi dan mengelola segala risiko. Sasaran ini dapat dibagi menjadi dua, yaitu

  • Strategic objective; fokus pada upaya realisasi visi dan misi (baca: pengertian visi dan misi)
  • Activity objective: fokus pada kegiatan operasional, reportasi, dan kompliansi

3. Identifikasi Peristiwa (Event Identification)

Manajemen melakukan identifikasi terhadap berbagai kejadian potensial yang berpengaruh pada strategi dan pencapaian tujuan perusahaan. Berbagai kejadian tak pasti tersebut bisa memberikan dampak positif, namu bisa juga memberikan risiko.

4. Penilaian Risiko (Risk Assessment)

Risk assessment memungkinkan sebuah organisasi untuk menilai sebuah kejadian atau keadaan dan kaitannya dengan pencapaian tujuan organisasi. Manajemen perlu melakukan analisis (baca: pengertian analisis) dampak yang mungkin terjadi akibat risiko tersebut dengan dua perspektif, yaitu:

  • Likelihood (kecenderungan/ peluang)
  • Impact/ consequnce (besaran dari realisasi risiko)

5. Tanggapan Risiko (Risk Response)

Manajemen melakukan penilaian terhadap risiko, lalu menentukan sikap atau respon terhadap risiko tersebut. Respon dari manajemen ini tergantung apa risiko yang dihadapi

Respon atau tanggapan tersebut bisa dalam bentuk:

  • Menghindari risiko (avoidance)
  • Mengurangi risiko (reduction)
  • Memindahkan risiko (sharing)
  • Menerima risiko (acceptance)

6. Aktivitas Pengendalian (Control Activities)

Proses ini merupakan penyusunan prosedur atau kebijakan yang membantu memastikan bahwa respon terhadap risiko yang dipilih memadai dan terlaksana dengan baik. Aktivitas ini meliputi:

  • Pembuatan kebijakan dan prosedur
  • Delegasi wewenang
  • Pengamanan kekayaan perusahaan
  • Pemisahan fungsi
  • Supervisi

7. Informasi dan Komunikasi (Information and Communication)

Aktivitas ini fokus pada identifikasi informasi dan menyampaikannya kepada pihak terkait melalui media komunikasi yang sesuai. Dengan begitu, setiap orang yang mendapatkan informasi tersebut dapat melakukan tugas dan tanggungjawabnya dengan baik.

Beberapa faktor penting dalam penyampaian informasi tersebut diantaranya:

  • Kualitas informasi
  • Arah komunikasi
  • Alat komunikasi

8. Pemantauan (Monitoring)

Monitoring adalah komponen terakhir dalam manajemen risiko. Proses pemantauan dilakukan secara terus menerus untuk memastikan setiap komponen lainnya berfungsi sebagaimana mestinya. Hal penting yang perlu diperhatikan dalam proses monitoring adalah pelaporan yang tidak lengkap atau berlebihan.

Strategi pemasaran melalui sosial media

Agar bisnis Anda berjalan lancar di situs jejaring sosial melalui social media marketing seharusnya Anda membangun strategi terlebih dahulu yang akan dilaksanakan saat berbisnis melalui social media marketing.

1.Fokus Pada Satu Sosial Media

Media sosial yang tersedia saat ini sudah cukup banyak. Namun untuk pemasaran, jangan pakai semua media sosial. Pilihlah satu media sosial yang tepat dan sesuai dengan target pasar Anda. Karena, ada beberapa pertimbangan kenapa Anda harus fokus disatu media sosial yaitu masalah sumber daya yang Anda miliki sudah cukup dan paham untuk menjalankan pemasaran media sosial. Jika Anda menjalankannya sendiri, kemungkinan besar tidak akan sanggup harus mengurus beberapa media sosial sekaligus. Jadi cara yang efektif untuk menjalankan strategi pemasaran via media sosial pertama-tama, fokus pada satu media sosial saja digunakan untuk pemasaran Anda.

Inilah sosial media yang bisa Anda gunakan untuk bisnis Anda antara lain

  • Facebook : Pastikan untuk setup geo-targeting
  • Instagram : Bagus untuk usaha kecil
  • Twitter : Dapat mengkaji percakapan di Twitter yang pastinya akan memberikan pemahaman yang bagus

Jika Anda sudah menentukan satu sosial media yang akan Anda gunakan, Anda bisa mempromosikan konten Anda secara menyilang antar sosial media yang telah Anda pilih.

Dengan diverfikasinya pemasaran online Anda, Anda akan memperluas jangkauan bisnis Anda lebih dari yang Anda bahkan dapat membayangkan.

2.Membangun Kredibilitas

Jika Anda telah menentukan satu media sosial yang menurut Anda efektif sebagai tempat pemasaran produk. Saatnya membangun kredibilitas produk. Tahap awal yang bisa dilakukan adalah dengan mencoba membangun brand awareness. Tahap ini, Anda harus menjelaskan identitas produk yang Anda jual tersebut. Baik dari segi produk, kegunaan produk, serta produk Anda tawarkan untuk siapa.

3.Fokus Pada Target

Kesalahan yang paling sering terjadi pada pengusaha yang baru menjalankan strategi social media marketing adalah mengincar seluruh orang. Inilah kesalahan terbesar, Anda bisa memilih orang-orang yang memang menjadi fokus Anda. Tak perlu mengincar orang yang tidak tertarik dengan produk, karena hal tersebut hanya akan membuat Anda membuang-buang tenaga saja. Fokuslah pada konsumen yang ingin Anda incar.

4.Membangun Relasi di Sosial media

Dalam dunia sosial media, membangun koneksi sangatlah penting.

Tidak dapat dibantah lagi jika aktif dalam memanfaatkan jejaring sosial maka nanti Anda pasti bisa berkomunikasi dengan banyak orang baik yang berasal dari mancanegara bahkan internasional. Dalam memaksimalkan bisnis Anda agar dapat berkembang di media sosial maka tambah dan perluaslah relasi Anda. Dengan begitu, kemungkinan besar Anda dapat bertemu dengan calon investor yang tertarik dengan bisnis Anda.

5.Memperhitungkan Waktu dan Uang

Sebagai pemilik bisnis, Anda tahu waktu adalah uang.

Apabila Anda berencana menggunakan strategi di social media marketing untuk menjalankan bisnis Anda dalam cara yang paling efisien, selalu FOKUS dalam mengelola bisnis Anda merupakan salah satu hal terpenting.

Cara mudah untuk tetap pada tujuan sosial media Anda antara lain

  1. Menjabarkan tujuan Anda
  2. Tulis tujuan Anda
  3. Membuat rencana untuk secara jelas membuat strategi, objektif dan taktik.
  4. Mengatur deadline dari tujuan yang dapat Anda capai secara realistis.

Apabila Anda merasa bahwa telah keluar dari jalur saat menggapai tujuan Anda, Anda dapat melihat lagi rencana yang telah Anda buat dan kembali ke rencana awal.

Ketika Anda mulai mendapat laba, Anda dapat menggunakan Iklan Facebook dengan mengatur budget Anda. Anda bisa terus tetap menjaga anggaran yang Anda miliki dan juga iklan tersebut tetap bekerja untuk Anda.

Menggunakan strategi disocial media marketing Anda sangatlah berpengaruh dengan kesuksesan bisnis online yang akan Anda bangun. Karena disatu sisi menggunakan sosial media untuk berbisnis memang dinilai sangat efektif. Jadi, tunggu apalagi? Segeralah berbisnis online menggunakan sosial media dengan membangun strategi yang tepat.

cara memulai bisnis

Sebagian besar pemula dan belum pernah menjalankan usaha pasti kebingungan bagaimana cara memulai usaha dari nol hingga bisa sukses. Nah, di artikel ini saya ingin berbagi tips memulai bisnis dari nol hingga bisa beroperasi dengan baik, berdasarkan pengalaman pribadi.

1. Menetapkan Jenis Usaha

Poin ini sangat penting karena berhubungan dengan minat Anda dan tren bisnis jangka panjang. Kebanyakan orang lebih memilih bisnis yang sedang booming, karena dianggap langsung menghasilkan uang.

Hal ini bisa saja dilakukan, namun tetap harus memperhatikan minat Anda sebagai pelaku usaha. Bisnis yang dijalankan berdasarkan minat umumnya bisa bertahan lebih lama ketimbang bisnis yang dijalankan karena ikut-ikutan saja.

Misalnya Anda menyukai hal-hal tentang kuliner, maka jenis usaha yang cocok Anda jalankan adalah usaha makanan. Jenis usaha yang dijalankan juga berpengaruh pada tingkat keberhasilannya, semakin banyak peminatnya maka semakin besar peluang untuk meningkatkan atau mengembangkan usaha tersebut.

2. Menetapkan Visi dan Misi Usaha

Di balik semua usaha yang berhasil pasti ada visi dan misi yang kuat di dalamnya. Begitu pun dengan usaha yang akan Anda rintis, harus ada visi dan misi yang diusung.

Dengan adanya visi dan misi, maka sebuah bisnis akan dapat fokus pada tujuan dibangunnya usaha tersebut. Umumnya para pemula membangun usahanya tanpa visi dan misi yang jelas, yang pada akhirnya membuat mereka tidak konsisten pada tujuan awal membangun usaha tersebut.

3. Melakukan Survey

Setelah menentukan jenis usaha, selanjutnya Anda perlu melakukan survey lapangan. Tujuan survey ini adalah untuk mengetahui tingkat persaingan, pangsa pasar, dan potensi usaha yang akan dirintis.

Survey yang dilakukan tidak harus detail, tapi cukup pada permukaan saja karena Anda tidak ingin kehabisan waktu hanya untuk survey. Lalu, apa saja yang akan disurvey?

A. Survey Perilaku Konsumen

Perhatikan bagaimana perilaku konsumen untuk jenis usaha yang akan dirintis. Pastikan bahwa jenis usaha tersebut memiliki banyak peminat yang punya daya beli yang baik.

Bisnis apapun itu tentu membutuhkan konsumen yang punya daya beli. Semakin besar pangsa pasar jenis usaha tersebut maka potensinya juga semakin menjanjikan

B. Survey Tingkat Persaingan

Kemungkinan besar jenis usaha yang ingin Anda rintis sudah memiliki pendahulu yang menjadi pesaing. Melalui survey kecil-kecilan yang Anda lakukan, nantinya akan diketahui seberapa banyak bisnis sejenis, bagaimana kualitas produk, kualitas pelayanan, persaingan harga, dan informasi lainnya.

Dengan mengetahui informasi tersebut maka kita bisa mengambil langkah dan strategi agar dapat bersaing dengan usaha yang sama.

C. Survey Lokasi Usaha

Banyak yang mengatakan bahwa lokasi sangat berpengaruh pada keberhasilan suatu bisnis. Hal ini bukan tanpa alasan, karena pemilihan lokasi yang strategis sangat besar dampaknya bagi tingkat penjualan sebuah usaha.

4. Mempersiapkan Modal

Salah satu cara memulai usaha yang wajib dilakukan adalah mempersiapkan modal, baik itu modal materiil maupun modal pengetahuan tentang usaha. Namun, dalam hal ini lebih kepada modal uang untuk keperluan memulai bisnis.

Berapa modal yang diperlukan? Tentunya ini tergantung usaha yang akan dirintis. Semakin besar usaha yang akan dibangun maka akan semakin besar pula modal yang dibutuhkan nantinya.

Modal tersebut bisa didapatkan dengan berbagai cara. Misalnya meminjam dari bank, mencari investor, meminjam dari keluarga dan kerabat, atau dari tabungan sendiri. Sebagai referensi, Anda bisa membaca artikel yang membahas tentang cara mendapatkan modal usaha.

Namun, bagi para pemula disarankan untuk memakai modal sendiri. Alasannya, semua bisnis punya risiko kegagalan. Jika modal meminjam dari bank maka kemungkinan Anda akan ketetaran untuk memulai usaha baru karena harus membayar pinjaman tersebut.

5. Menentukan Lokasi Usaha

Mengacu pada poin #3 tentang survey, menentukan lokasi usaha sebaiknya pada tempat yang strategis dan cukup ramai dilalui orang. Lain halnya bila bisnis yang dijalankan tersebut adalah bisnis online yang tidak mengharuskan calon pembeli untuk datang ke lokasi.

Bisnis yang membutuhkan pengunjung untuk datang membeli di tempat sebaiknya berada pada lokasi yang cukup strategis. Misalnya, bila target market bisnis Anda adalah pelajar/ mahasiswa, maka lokasi terbaik adalah di sekitar sekolah atau kampus.

6. Mempersiapkan Segala Keperluan

Merintis usaha baru ini butuh persiapan yang serius, karena tanpa persiapan sebuah usaha bisa berjalan tanpa arah dan gagal. Persiapan ini meliputi kesiapan produk, kesiapan alat, pemasaran, dan lain-lain. Selain itu, kesiapan dari diri sendiri pun harus diperhatikan karena Anda adalah orang yang menjadi aktor penting dalam menjalankan usaha tersebut.

7. Mulai Membuka Usaha

Ok, Anda telah melakukan semua poin di atas dan telah siap untuk meluncurkan usaha Anda. Kini saatnya Anda mulai membuka usaha tersebut kepada khalayak umum.

Saat pertamakali membuka usaha, seringkali penjualan tidak sesuai dengan harapan. Hal ini bisa karena usaha Anda belum banyak diketahui atau konsumen belum mempercayai usaha Anda tersebut.

Ini biasa terjadi, tidak perlu langsung berkecil hati. Akan ada waktunya konsumen mulai datang dan percaya pada bisnis Anda. Yang terpenting adalah Anda tidak menunda untuk membuka usaha, dan tidak langsung putus asa ketika bisnis sepi.

8. Menjadi Unik dalam Persaingan

Cara memulai usaha yang baik tidak hanya pada saat mendirikannya, tapi juga pada saat menjalankannya. Salah satu cara menjalankan usaha yang baik adalah menjadi unik di tengah-tengah persaingan bisnis.

Boleh saja jenis usahanya sama, namun usaha yang Anda jalankan harus terlihat unik dibandingkan dengan usaha sejenis. Sebagai contoh, misalnya bisnis berjualan bakso, beberapa hal yang bisa membuat bisnis bakso menjadi unik dan berbeda yaitu:

  • Membuat nama bisnis yang unik, misalnya Bakso Granat mas Bowo
  • Menjaga kualitas rasa dan cara penyajian
  • Menjaga kebersihan di sekitar tempat usaha

Atau jika Anda berbisnis online shop, Anda bisa melakukan beberapa tips yang membuat online shop Anda menjadi unik, misalnya:

  • Menawarkan layanan gratis ongkir
  • Mengirim barang secepat mungkin
  • Menjaga kualitas komunikasi dengan konsumen
  • Dan lain-lain

Introduce Yourself (Example Post)

This is an example post, originally published as part of Blogging University. Enroll in one of our ten programs, and start your blog right.

You’re going to publish a post today. Don’t worry about how your blog looks. Don’t worry if you haven’t given it a name yet, or you’re feeling overwhelmed. Just click the “New Post” button, and tell us why you’re here.

Why do this?

  • Because it gives new readers context. What are you about? Why should they read your blog?
  • Because it will help you focus you own ideas about your blog and what you’d like to do with it.

The post can be short or long, a personal intro to your life or a bloggy mission statement, a manifesto for the future or a simple outline of your the types of things you hope to publish.

To help you get started, here are a few questions:

  • Why are you blogging publicly, rather than keeping a personal journal?
  • What topics do you think you’ll write about?
  • Who would you love to connect with via your blog?
  • If you blog successfully throughout the next year, what would you hope to have accomplished?

You’re not locked into any of this; one of the wonderful things about blogs is how they constantly evolve as we learn, grow, and interact with one another — but it’s good to know where and why you started, and articulating your goals may just give you a few other post ideas.

Can’t think how to get started? Just write the first thing that pops into your head. Anne Lamott, author of a book on writing we love, says that you need to give yourself permission to write a “crappy first draft”. Anne makes a great point — just start writing, and worry about editing it later.

When you’re ready to publish, give your post three to five tags that describe your blog’s focus — writing, photography, fiction, parenting, food, cars, movies, sports, whatever. These tags will help others who care about your topics find you in the Reader. Make sure one of the tags is “zerotohero,” so other new bloggers can find you, too.

Design a site like this with WordPress.com
Get started