Pengelolaan Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) Dalam Perusahaan
Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan salah satu elemen terpenting yang akan memutar roda perusahan terus berjalan. Meskipun ini tidak berhubungan langsung dengan keuangan atau pendapatan perusahaan, namun secara tidak langsung dapat berimbas pada kinerja perusahaan. Hal ini karena pada dasarnya sumberdaya manusialah yang bergerak mengelola perusahaan. Manajemen SDM sangat perperan penting untuk mengatur pengelolaan SDM dan sumberdaya perusahaan agar memberikan hasil maksimal dan memiliki loyalitas tinggi. Selain itu juga akan memiliki profesionalitas terbaik yang dapat diandalkan untuk mencapai tujuan dan sasaran perusahaan. Setiap jajaran #manajemen SDM harus menciptakan SDM yang handal dan melakukan training, coaching dan motivation pada setiap karyawan agar mampu menjalankan tugas sebagaimana mestinya. Kemampuan inilah yang akan menjadi salah satu kunci kemajuan dan keberhasilan dari sebuah perusahaan. Bahkan daya saing tinggi akan membuat karyawan siap dengan tantangan arus globalisasi dan membuat perusahan mampu memanfaatkan peluang sebaik baiknya.
Dalam jangka
panjang, perusahan melalui manajemen sumberdaya manusia akan diarahkan untuk :
Memberikan
kesempatan sumber daya manusia untuk berkembang menjadi pribadi yang
berkualitas dan memiliki daya saing yang tinggi. Selain untuk kebaikan
perusahaan juga untuk kebaikan perorangan itu sendiri.
Memperkuat
produk unggulan di setiap unit kerja untuk menuju keunggulan kompetitif dengan
membangun keterkaitan sistem produksi, distribusi, dan pelayanan di dalam
perusahaan.
Meningkatkan
penguasaan, pemanfaatan, dan penciptaan pengetahuan
Dapat
membangun peralatan produksi yang maju dan canggih
Melakukan
reformasi manajemen administrasi secara sistematis dan terintegrasi agar tujuan
perusahaan dapat tercapai dengan baik.
Sumber daya manusia yang bermutu semakin dibutuhkan setiap perusahan untuk mencapai sasaran perusahaan. Semakin baik kualitas sumber daya manusia dalam sebuah perusahaan maka daya saing perusahaan tersebut akan semakin baik. Perusahaan harus melakukan program training untuk meningkatkan kehandalan karyawan, kecerdasan dan integritasnya untuk perusahaan.
Training menjadi salah satu program penting yang harus dilakuka oleh setiap karyawan yang baru pertama kali masuk ke dalam perusahaan. Program ini memegang peranan penting sebagai faktor pendukung yang memegang peranan penting pada berbagai sektor. Usaha ini juga akan menyiapkan karyawan untuk dapat praktik langsung di lapangan, uji coba trobosan dan kerja sama dalam sebuah tim. Manajemen Sumber Daya Manusia sangat penting dalam sebuah perusahaan, hal ini terlihat karena sangat dibutuhkan oleh perusahaan untuk kemajuan perusahaan tersebut. Bahkan sumber daya manusia menjadi salah satu penentu kefektifan organisasi bisnis. Keberhasilan bisnis menjadi salah satu tujuan dari pengelolaan manajemen sumber daya manusia. Perusahaan wajib memberikan komitmen terhadap karyawannya untuk mendapatkan kesempatan mewujudkan tujuan pribadi. Komitmen ini yang tertulis pada aturan dan prosedur dan pemilihan manjer yang baik, memperjelas visi dan misi perusahaan. Selain itu juga untuk membentuk tradisi perusahaan. Perusahaan juga wajib mendorong karyawannya untuk terus melakukan pengembangan dan mengembangkan diri sebagaimana hak seorang karyawan. Pemanfaatan sumber daya manusia haruslah berlangsung dengan baik dengan perencanaan sumberdaya yangbaik pula. Dimulai dari pengaturan kembali dan penempatan SDM pada posisi yang tepat. Menempatkan sesuai dengan kemampuan dan pengalaman yang dimilikinya. Sehingga pemberian kontribusi karyawan dapat berlangsung maksimal. Hal ini menjadi salah satu tuntutan penting yang harus dikuasai oleh seorang manajer SDM, apalagi dengan perkembangan zaman dan pergerakan ekonomi, arus informasi dan perkembangan iptek semakin pesat membuat kualitas SDM semakin dibutuhkan dengan kualitas terbaik.
Dalam menerapkan etika dalam berbisnis kamu harus memperhatikan norma
dan moralitas yang berlaku di dalam masyarakat. Disamping itu etika
bisnis juga bisa diterapakan dan dimunculkan dalam perusahaan sendiri
karena memiliki keterkaitan dengan profesional bisnis. Perusahaan
menyakini prinsip bisnis yang baik adalah yang memperhatikan etika-etika
yang berlaku, seperti menaati hukun dan peraturan yang berlaku.
Prinsip etika bisnis
Secara umum etika bisnis harus ditempuh oleh perusahaan agar tercapai
tujuan yang telah ditetapakan. Oleh karena itu etika bisnis memiliki
beberapa prinsip yang digunakan sebagai acuan dalam melaksanakan
kegiatan dan mencapai tujuan yang dimaksud. Adapun prinsip-prinsip etika
dalam berbisnis adalah sebagai berikut:
1. Prinsip Otonomi
Dalam prinsip otonomi etika bisnis perusahaan bebas memiliki kewenangan
sesuai dengan bidang yang telah dikuasai Sesuai dengan visi dan misi
perusahaan tersebut. Contoh otonomi dalam etika bisnis perusahaan tidak
bergantung dengan perusahaan lain dalam mengambil keputusan bisnis.
Perusahaan tersebut bebas mengambil keputusan apapun yang sesuai dengan
visi misinya.
Dalam menjalankan prinsip otonomi ini 2 perusahaan atau lebih bisa
berkomitmen dalam menjalankan etika bisnis ini, namun masing-masing
perusahaan dimungkinkan untuk mengambil pendekatan yang berbeda-beda
dalam menjalankanya. Sebab masing-masing perusahaan memiliki kondisi
karakter internal dan strategi yang berbeda dalam mencapai tujuan serta
visi misi dari perusahaan tersebut.
2. Prinsip kejujuran
Prinsip kejujuran dalam etika bisnis merupakan nilai yang paling dasar
untuk mendukung keberhasilan kinerja perusahaan. Kegiatan bisnis akan
bisa berhasil dan sukses bila setiap individu yang terlibat dalam
kegiatan bisnis menerapkan prinsip kejujuran. Pada dasarnya prinsip
kejujuran ini harus ditanamkan dalam setiap kegiatan bisnis. Hal yang
paling penting dalam menerapakan prinsip ini dalam bisnis adalah dengan
memulai menerapakan prinsip ini pada diri kamu dahulu. Jika kamu sebagai
pimpinan perusahaan mampu untuk menerapakan prinsip ini, tentu akan
menjadi contoh bagi semua karyawan yang bekerja di perusahaanmu.
3. Prinsip keadilan
Dalam menerapakan prinsip keadilan semua pihak yang terkait dalam bisnis
harus memberikan kontribusi baik itu secara langsung atau tidak
langsung terhadap keberhasilan bisnis. Oleh karena itu semua pihak harus
memiliki akses yang positif sesuai dengan kemampuan dan peran yang
sudah diberikan kepada masing-masing terhadap keberhasilan bisnis ini.
Contoh prinsip keadilan dalam etika bisnis seperti alokasi sumber daya
ekonomi kepada semua pemilik faktor ekonomi. Hal ini bisa dilkukan
dengan membuat kesepakatan tentang harga konsumen dan juga harga pemasok
bahan baku serta alat-alat produksi.
4. Prinsip hormat pada diri sendiri
Prinsip ini akan memberikan dampak pada bisnis itu sendiri. Dalam
menjalankan bisnis masyarakat sebagai konsumen merupakan cerminan bagi
bisnis kita. Bila bisnis kita memberikan kontribusi yang positif kepada
masyarakat tentu itu akan berdampak positif dengan bisnis yang kita
jalankan dan begitu juga sebaliknya. Sebagai pengelola perusahaan sudah
menjadi kewajiban untuk memberikan respek kepada siapapun yang terlibat
dalam aktivitas bisnis. Dengan demikian pasti semua pihak akan
memberikan respek yang sama terhadap perusahaan yang kita kelola.
Sebagai contoh prinsip menghormati diri sendiri dalam etika bisnis:
Manajemen perusahaan dengan team work-nya memiliki sistem kerja yang
berorientasi kepada pelanggan akan makin fanatik terhadap perusahaan.
Demikian juga, jika sistem manajemen berorientasi pada pemberian
kepuasan kepada karyawan yang berprestasi karena sepadan dengan
prestasinya maka dapat dipastikan karyawan akan makin loyal terhadap
perusahaan.
Apa itu manajemen risiko? Pengertian manajemen risiko adalah
suatu proses identifikasi, analisis, penilaian, pengendalian, dan upaya
menghindari, meminimalisir, atau bahkan menghapus risiko yang tidak
dapat diterima.
Dalam hal ini risiko
berhubungan dengan pendekatan atau metodologi dalam menghadapi
ketidakpastian dalam bisnis. Dalam KBBI arti kata risiko adalah akibat
yang kurang menyenangkan (merugikan, membahayakan) dari suatu tindakan.
Ketidakpastian ini bisa berupa ancaman, pengembangan strategi, dan
mitigasi risiko.
Dalam perusahaan, manajemen risiko (risk management)
adalah suatu proses perencanaan, pengaturan, pemimpinan, dan
pengontrolan aktivitas sebuah organisasi untuk meminimalisir resiko
pendapatan perusahaan.
Manajemen Risiko Menurut Para Ahli
Beberapa ahli di bidang ilmu manajemen menjelaskan apa itu manajemen risiko, diantaranya adalah:
1. Fahmi
Menurut
Fahmi, pengertian manajemen risiko adalah bidang ilmu yang secara
spesifik membahas mengenai bagaimana organisasi menerapkan ukuran dalam
memetakan semua permasalahan dengan menggunakan pendekatan manajemen
secara sistematis dan komprehensif.
2. Djojosoedarso
Menurut
Djojosoedarso, manajemen risiko adalah pelaksanaan fungsi-fungsi
manajemen dalam penanggulangan risiko, terutama risiko yang dihadapi
oleh organisasi/perusahaan, keluarga dan masyarakat.
Hal
ini mencakup kegiatan merencanakan, mengorganisir, menyusun,
memimpin/mengkoordinir, dan mengawasi (termasuk mengevaluasi) program
penanggulangan risiko.
Tujuan Manajemen Risiko
Secara umum ada enam tujuan risk management dalam perusahaan atau badan usaha, diantaranya adalah:
1. Melindungi Perusahaan
Memberikan
perlindungan terhadap perusahaan dari tingkat risiko signifikan yang
bisa menghambat proses pencapaian tujuan perusahaan.
2. Membantu Pembuatan Kerangka Kerja
Membantu
dalam proses pembuatan kerangka kerja manajemen risiko yang konsisten
atas ririko yang ada pada proses bisnis dan fungsi-fungsi di dalam
sebuah perusahaan.
3. Mendorong Manajemen Agar Proaktif
Mendorong
manajemen agar bertindak proaktif dalam mengurangi potensi risiko, dan
menjadikan manajemen risiko sebagai sumber keunggulan bersaing dan
kinerja perusahaan.
4. Sebagai Peringatan untuk Berhati-Hati
Mendorong
semua individu dalam perusahaan agar bertindak hati-hati dalam
menghadapi risiko perusahaan demi tercapainya tujuan yang diinginkan
bersama.
5. Meningkatkan Kinerja Perusahaan
Membantu
meningkatkan kinerja perusahaan dengan menyediakan informasi tingkat
risiko yang disebutkan dalam peta risiko/ risk map. Hal ini juga berguna
dalam pengembangan strategi dan perbaikan proses risk management secara berkesinambungan.
6. Sosialisasi Manajemen Risiko
Membangun kemampuan individu maupun manajemen untuk mensosialisasikan pemahaman tentang risiko dan pentingnya risk management.
Jenis-Jenis Manajemen Risiko
Seiring
dengan perkembangannya, manajemen risiko terbagi dalam beberapa hal;
Resiko Operasional, Resiko Hazard, Resiko Finansial, Resiko Strategik.
1. Manajemen Risiko Operasional
Manajemen
ini berkaitan dengan resiko yang timbul akibat gagal fungsi proses
internal, misalnya karena human error, kegagagalan sistem, faktor luar
seperti bencana dsb. Dalam menejemen resiko operasional, ada empat
faktor penyebab resiko antara lain manusia, proses, sistem dan kejadian
eksternal.
Dengan memahami manajemen
risiko ini, perusahaan bisa mengambil langkah preventif atau bahkan
sanksi supaya kapasitas produksi dan layanan terjaga semisal ada hal
yang tidak diinginkan terjadi.
2. Manajemen Hazard
Manajemen
hazard berkaitan dengan kondisi potensial yang mengakibatkan
kebangkrutan dan kerusakan. Ketika kita membahas hazard, tentu kita juga
membahas peril. Resiko perilaku yaitu peristiwa yang bisa menimbulkan
kerugian bisnis. Dalam hal ini ada tiga macam hazard yang harus
diketahui, antara lain legal hazard, physical hazard dan moral hazard.
Contoh
hazard legal misalnya pelanggaran atau pengabaian peraturan bisnis yang
bisa menyebabkan kebangkrutan, seperti pelanggaran SOP atau peraturan
perusahaan yang akhirnya berakibat fatal. Sementara physical hazard bisa
berupa mesin yang sudah tua dan menimbulkan resiko kerugian saat
produksi.
Seperti kecelakaan pegawai
karena mesin dan sebagainya. Untuk moral hazard contohnya yaitu sikap
seorang karyawan dilingkungan kerja yang menimbulkan kerugian. Misalnya
karyawan tidak jujur dan sering korupsi uang. Atau karyawan yang tidak
melayani konsumen dengan baik sehingga berakibat buruk pada perusahaan.
3. Manajemen Resiko Finansial
Manajemen resiko finansial
yaitu upaya pengawasan resiko dan perlindungan hak milik, keuntungan,
harta dan aset sebuah badan usaha. Pada prakteknya, proses pengelolaan
resiko ini meliputi identifikasi, evaluasi dan melakukan pengendalian
resiko bila ditemukan hal yang mengancam keberlangsungan organisasi.
Manajemen
ini sangat penting karena ini merupakan salah satu sumber daya
perusahaan. Karena itu seorang akuntan harus benar-benar
mempertimbangkan berbagai resiko lainnya yang berhubungan dengan
keuangan, seperti:
Resiko likuiditas
Diskpntinuitas pasar
Resiko kredit
Resiko regulasi
Resiko pajak
resiko akuntansi
Menejemen
ini juga tidak lepas dari perubahan kurs mata uang yang erat kaitannya
dengan perubahan inflasi, neraca perdagangan, kapasitas utang, suku
bunga dsb.
3. Manajemen Resiko Strategis
Manajemen
ini berkaitan dengan pengambilan keputusan. Resiko yang biasanya muncul
adalah kondisi tak terduga yang mengurangi kemampuan pelaku bisnis
untuk menjalankan strategi yang direncanakan. Dalam hal ini beberapa
faktor seperti resiko operasi, resiko asset impairment, resiko
kompetitif atau bahkan resiko frenchise (bila ada).
Seperti
yang tertulis dalam pengertian enterprise risk management di atas,
untuk mengetahui resiko yang kemungkinan besar terjadi dan merugikan
perusahaan adalah dengan menuliskan item penting, Anda bisa membuat
beberapa daftar berikut ini:
Daftar resiko
Penilaian resiko tersebut sesuai dengan kecenderungannya dan juga dampaknya
Penilaian pada kondisi saat ini yang sedang terjadi
Rencana tindakan bila resiko terburuk benar-benar muncul
Komponen
ini adalah sikap manajemen di semua level terhadap operasi secara umum
dan konsep kontrol secara khusus. Hal ini mencakup: etika, kompetensi,
serta integritas dan kepentingan terhadap kesejahteraan organisasi.
2. Penentuan Sasaran (Objective Setting)
Perusahaan
menetapkan tujuan operasional sebagai dasar untuk mengidentifikasi dan
mengelola segala risiko. Sasaran ini dapat dibagi menjadi dua, yaitu
Activity objective: fokus pada kegiatan operasional, reportasi, dan kompliansi
3. Identifikasi Peristiwa (Event Identification)
Manajemen
melakukan identifikasi terhadap berbagai kejadian potensial yang
berpengaruh pada strategi dan pencapaian tujuan perusahaan. Berbagai
kejadian tak pasti tersebut bisa memberikan dampak positif, namu bisa
juga memberikan risiko.
4. Penilaian Risiko (Risk Assessment)
Risk
assessment memungkinkan sebuah organisasi untuk menilai sebuah kejadian
atau keadaan dan kaitannya dengan pencapaian tujuan organisasi.
Manajemen perlu melakukan analisis (baca: pengertian analisis) dampak yang mungkin terjadi akibat risiko tersebut dengan dua perspektif, yaitu:
Likelihood (kecenderungan/ peluang)
Impact/ consequnce (besaran dari realisasi risiko)
5. Tanggapan Risiko (Risk Response)
Manajemen
melakukan penilaian terhadap risiko, lalu menentukan sikap atau respon
terhadap risiko tersebut. Respon dari manajemen ini tergantung apa
risiko yang dihadapi
Respon atau tanggapan tersebut bisa dalam bentuk:
Menghindari risiko (avoidance)
Mengurangi risiko (reduction)
Memindahkan risiko (sharing)
Menerima risiko (acceptance)
6. Aktivitas Pengendalian (Control Activities)
Proses
ini merupakan penyusunan prosedur atau kebijakan yang membantu
memastikan bahwa respon terhadap risiko yang dipilih memadai dan
terlaksana dengan baik. Aktivitas ini meliputi:
Pembuatan kebijakan dan prosedur
Delegasi wewenang
Pengamanan kekayaan perusahaan
Pemisahan fungsi
Supervisi
7. Informasi dan Komunikasi (Information and Communication)
Aktivitas
ini fokus pada identifikasi informasi dan menyampaikannya kepada pihak
terkait melalui media komunikasi yang sesuai. Dengan begitu, setiap
orang yang mendapatkan informasi tersebut dapat melakukan tugas dan
tanggungjawabnya dengan baik.
Beberapa faktor penting dalam penyampaian informasi tersebut diantaranya:
Kualitas informasi
Arah komunikasi
Alat komunikasi
8. Pemantauan (Monitoring)
Monitoring
adalah komponen terakhir dalam manajemen risiko. Proses pemantauan
dilakukan secara terus menerus untuk memastikan setiap komponen lainnya
berfungsi sebagaimana mestinya. Hal penting yang perlu diperhatikan
dalam proses monitoring adalah pelaporan yang tidak lengkap atau
berlebihan.
Agar bisnis Anda berjalan lancar di situs jejaring sosial melalui
social media marketing seharusnya Anda membangun strategi terlebih
dahulu yang akan dilaksanakan saat berbisnis melalui social media
marketing.
1.Fokus Pada Satu Sosial Media
Media sosial yang tersedia saat ini sudah cukup banyak. Namun untuk
pemasaran, jangan pakai semua media sosial. Pilihlah satu media sosial
yang tepat dan sesuai dengan target pasar Anda. Karena, ada beberapa
pertimbangan kenapa Anda harus fokus disatu media sosial yaitu masalah
sumber daya yang Anda miliki sudah cukup dan paham untuk menjalankan
pemasaran media sosial. Jika Anda menjalankannya sendiri, kemungkinan
besar tidak akan sanggup harus mengurus beberapa media sosial sekaligus.
Jadi cara yang efektif untuk menjalankan strategi pemasaran via media
sosial pertama-tama, fokus pada satu media sosial saja digunakan untuk
pemasaran Anda.
Inilah sosial media yang bisa Anda gunakan untuk bisnis Anda antara lain
Facebook : Pastikan untuk setup geo-targeting
Instagram : Bagus untuk usaha kecil
Twitter : Dapat mengkaji percakapan di Twitter yang pastinya akan memberikan pemahaman yang bagus
Jika Anda sudah menentukan satu sosial media yang akan Anda gunakan,
Anda bisa mempromosikan konten Anda secara menyilang antar sosial media
yang telah Anda pilih.
Dengan diverfikasinya pemasaran online Anda, Anda akan memperluas
jangkauan bisnis Anda lebih dari yang Anda bahkan dapat membayangkan.
2.Membangun Kredibilitas
Jika Anda telah menentukan satu media sosial yang menurut Anda
efektif sebagai tempat pemasaran produk. Saatnya membangun kredibilitas
produk. Tahap awal yang bisa dilakukan adalah dengan mencoba membangun brand awareness.
Tahap ini, Anda harus menjelaskan identitas produk yang Anda jual
tersebut. Baik dari segi produk, kegunaan produk, serta produk Anda
tawarkan untuk siapa.
3.Fokus Pada Target
Kesalahan yang paling sering terjadi pada pengusaha yang baru
menjalankan strategi social media marketing adalah mengincar seluruh
orang. Inilah kesalahan terbesar, Anda bisa memilih orang-orang yang
memang menjadi fokus Anda. Tak perlu mengincar orang yang tidak tertarik
dengan produk, karena hal tersebut hanya akan membuat Anda
membuang-buang tenaga saja. Fokuslah pada konsumen yang ingin Anda
incar.
4.Membangun Relasi di Sosial media
Dalam dunia sosial media, membangun koneksi sangatlah penting.
Tidak dapat dibantah lagi jika aktif dalam memanfaatkan jejaring
sosial maka nanti Anda pasti bisa berkomunikasi dengan banyak orang baik
yang berasal dari mancanegara bahkan internasional. Dalam memaksimalkan
bisnis Anda agar dapat berkembang di media sosial maka tambah dan
perluaslah relasi Anda. Dengan begitu, kemungkinan besar Anda dapat
bertemu dengan calon investor yang tertarik dengan bisnis Anda.
5.Memperhitungkan Waktu dan Uang
Sebagai pemilik bisnis, Anda tahu waktu adalah uang.
Apabila Anda berencana menggunakan strategi di social media marketing
untuk menjalankan bisnis Anda dalam cara yang paling efisien, selalu
FOKUS dalam mengelola bisnis Anda merupakan salah satu hal terpenting.
Cara mudah untuk tetap pada tujuan sosial media Anda antara lain
Menjabarkan tujuan Anda
Tulis tujuan Anda
Membuat rencana untuk secara jelas membuat strategi, objektif dan taktik.
Mengatur deadline dari tujuan yang dapat Anda capai secara realistis.
Apabila Anda merasa bahwa telah keluar dari jalur saat menggapai
tujuan Anda, Anda dapat melihat lagi rencana yang telah Anda buat dan
kembali ke rencana awal.
Ketika Anda mulai mendapat laba, Anda dapat menggunakan Iklan
Facebook dengan mengatur budget Anda. Anda bisa terus tetap menjaga
anggaran yang Anda miliki dan juga iklan tersebut tetap bekerja untuk
Anda.
Menggunakan strategi disocial media marketing Anda sangatlah
berpengaruh dengan kesuksesan bisnis online yang akan Anda bangun.
Karena disatu sisi menggunakan sosial media untuk berbisnis memang
dinilai sangat efektif. Jadi, tunggu apalagi? Segeralah berbisnis online
menggunakan sosial media dengan membangun strategi yang tepat.
Sebagian besar pemula dan belum pernah
menjalankan usaha pasti kebingungan bagaimana cara memulai usaha dari
nol hingga bisa sukses. Nah, di artikel ini saya ingin berbagi tips
memulai bisnis dari nol hingga bisa beroperasi dengan baik, berdasarkan
pengalaman pribadi.
1. Menetapkan Jenis Usaha
Poin
ini sangat penting karena berhubungan dengan minat Anda dan tren bisnis
jangka panjang. Kebanyakan orang lebih memilih bisnis yang sedang
booming, karena dianggap langsung menghasilkan uang.
Hal
ini bisa saja dilakukan, namun tetap harus memperhatikan minat Anda
sebagai pelaku usaha. Bisnis yang dijalankan berdasarkan minat umumnya
bisa bertahan lebih lama ketimbang bisnis yang dijalankan karena
ikut-ikutan saja.
Misalnya Anda menyukai hal-hal tentang kuliner, maka jenis usaha yang cocok Anda jalankan adalah usaha makanan.
Jenis usaha yang dijalankan juga berpengaruh pada tingkat
keberhasilannya, semakin banyak peminatnya maka semakin besar peluang
untuk meningkatkan atau mengembangkan usaha tersebut.
2. Menetapkan Visi dan Misi Usaha
Di
balik semua usaha yang berhasil pasti ada visi dan misi yang kuat di
dalamnya. Begitu pun dengan usaha yang akan Anda rintis, harus ada visi
dan misi yang diusung.
Dengan adanya
visi dan misi, maka sebuah bisnis akan dapat fokus pada tujuan
dibangunnya usaha tersebut. Umumnya para pemula membangun usahanya tanpa
visi dan misi yang jelas, yang pada akhirnya membuat mereka tidak
konsisten pada tujuan awal membangun usaha tersebut.
3. Melakukan Survey
Setelah
menentukan jenis usaha, selanjutnya Anda perlu melakukan survey
lapangan. Tujuan survey ini adalah untuk mengetahui tingkat persaingan,
pangsa pasar, dan potensi usaha yang akan dirintis.
Survey yang
dilakukan tidak harus detail, tapi cukup pada permukaan saja karena Anda
tidak ingin kehabisan waktu hanya untuk survey. Lalu, apa saja yang
akan disurvey?
A. Survey Perilaku Konsumen
Perhatikan
bagaimana perilaku konsumen untuk jenis usaha yang akan dirintis.
Pastikan bahwa jenis usaha tersebut memiliki banyak peminat yang punya
daya beli yang baik.
Bisnis apapun itu tentu membutuhkan konsumen
yang punya daya beli. Semakin besar pangsa pasar jenis usaha tersebut
maka potensinya juga semakin menjanjikan
B. Survey Tingkat Persaingan
Kemungkinan
besar jenis usaha yang ingin Anda rintis sudah memiliki pendahulu yang
menjadi pesaing. Melalui survey kecil-kecilan yang Anda lakukan,
nantinya akan diketahui seberapa banyak bisnis sejenis, bagaimana
kualitas produk, kualitas pelayanan, persaingan harga, dan informasi
lainnya.
Dengan mengetahui informasi tersebut maka kita bisa mengambil langkah dan strategi agar dapat bersaing dengan usaha yang sama.
C. Survey Lokasi Usaha
Banyak
yang mengatakan bahwa lokasi sangat berpengaruh pada keberhasilan suatu
bisnis. Hal ini bukan tanpa alasan, karena pemilihan lokasi yang
strategis sangat besar dampaknya bagi tingkat penjualan sebuah usaha.
4. Mempersiapkan Modal
Salah
satu cara memulai usaha yang wajib dilakukan adalah mempersiapkan
modal, baik itu modal materiil maupun modal pengetahuan tentang usaha.
Namun, dalam hal ini lebih kepada modal uang untuk keperluan memulai
bisnis.
Berapa modal yang diperlukan?
Tentunya ini tergantung usaha yang akan dirintis. Semakin besar usaha
yang akan dibangun maka akan semakin besar pula modal yang dibutuhkan
nantinya.
Modal tersebut bisa
didapatkan dengan berbagai cara. Misalnya meminjam dari bank, mencari
investor, meminjam dari keluarga dan kerabat, atau dari tabungan
sendiri. Sebagai referensi, Anda bisa membaca artikel yang membahas
tentang cara mendapatkan modal usaha.
Namun, bagi para pemula disarankan untuk memakai modal sendiri. Alasannya, semua bisnis punya risikokegagalan.
Jika modal meminjam dari bank maka kemungkinan Anda akan ketetaran
untuk memulai usaha baru karena harus membayar pinjaman tersebut.
5. Menentukan Lokasi Usaha
Mengacu
pada poin #3 tentang survey, menentukan lokasi usaha sebaiknya pada
tempat yang strategis dan cukup ramai dilalui orang. Lain halnya bila
bisnis yang dijalankan tersebut adalah bisnis online yang tidak mengharuskan calon pembeli untuk datang ke lokasi.
Bisnis
yang membutuhkan pengunjung untuk datang membeli di tempat sebaiknya
berada pada lokasi yang cukup strategis. Misalnya, bila target market
bisnis Anda adalah pelajar/ mahasiswa, maka lokasi terbaik adalah di
sekitar sekolah atau kampus.
6. Mempersiapkan Segala Keperluan
Merintis
usaha baru ini butuh persiapan yang serius, karena tanpa persiapan
sebuah usaha bisa berjalan tanpa arah dan gagal. Persiapan ini meliputi
kesiapan produk, kesiapan alat, pemasaran, dan lain-lain. Selain itu,
kesiapan dari diri sendiri pun harus diperhatikan karena Anda adalah
orang yang menjadi aktor penting dalam menjalankan usaha tersebut.
7. Mulai Membuka Usaha
Ok,
Anda telah melakukan semua poin di atas dan telah siap untuk
meluncurkan usaha Anda. Kini saatnya Anda mulai membuka usaha tersebut
kepada khalayak umum.
Saat
pertamakali membuka usaha, seringkali penjualan tidak sesuai dengan
harapan. Hal ini bisa karena usaha Anda belum banyak diketahui atau
konsumen belum mempercayai usaha Anda tersebut.
Ini
biasa terjadi, tidak perlu langsung berkecil hati. Akan ada waktunya
konsumen mulai datang dan percaya pada bisnis Anda. Yang terpenting
adalah Anda tidak menunda untuk membuka usaha, dan tidak langsung putus
asa ketika bisnis sepi.
8. Menjadi Unik dalam Persaingan
Cara
memulai usaha yang baik tidak hanya pada saat mendirikannya, tapi juga
pada saat menjalankannya. Salah satu cara menjalankan usaha yang baik
adalah menjadi unik di tengah-tengah persaingan bisnis.
Boleh
saja jenis usahanya sama, namun usaha yang Anda jalankan harus terlihat
unik dibandingkan dengan usaha sejenis. Sebagai contoh, misalnya bisnis
berjualan bakso, beberapa hal yang bisa membuat bisnis bakso menjadi
unik dan berbeda yaitu:
Membuat nama bisnis yang unik, misalnya Bakso Granat mas Bowo
Menjaga kualitas rasa dan cara penyajian
Menjaga kebersihan di sekitar tempat usaha
Atau jika Anda berbisnis online shop, Anda bisa melakukan beberapa tips yang membuat online shop Anda menjadi unik, misalnya:
This is the first post on my new blog. I’m just getting this new blog going, so stay tuned for more. Subscribe below to get notified when I post new updates.
This is an example post, originally published as part of Blogging University. Enroll in one of our ten programs, and start your blog right.
You’re going to publish a post today. Don’t worry about how your blog looks. Don’t worry if you haven’t given it a name yet, or you’re feeling overwhelmed. Just click the “New Post” button, and tell us why you’re here.
Why do this?
Because it gives new readers context. What are you about? Why should they read your blog?
Because it will help you focus you own ideas about your blog and what you’d like to do with it.
The post can be short or long, a personal intro to your life or a bloggy mission statement, a manifesto for the future or a simple outline of your the types of things you hope to publish.
To help you get started, here are a few questions:
Why are you blogging publicly, rather than keeping a personal journal?
What topics do you think you’ll write about?
Who would you love to connect with via your blog?
If you blog successfully throughout the next year, what would you hope to have accomplished?
You’re not locked into any of this; one of the wonderful things about blogs is how they constantly evolve as we learn, grow, and interact with one another — but it’s good to know where and why you started, and articulating your goals may just give you a few other post ideas.
Can’t think how to get started? Just write the first thing that pops into your head. Anne Lamott, author of a book on writing we love, says that you need to give yourself permission to write a “crappy first draft”. Anne makes a great point — just start writing, and worry about editing it later.
When you’re ready to publish, give your post three to five tags that describe your blog’s focus — writing, photography, fiction, parenting, food, cars, movies, sports, whatever. These tags will help others who care about your topics find you in the Reader. Make sure one of the tags is “zerotohero,” so other new bloggers can find you, too.